Kenyataan keras pada Sidang Kabinet Paripurna
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan keras kepada Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam pembukaan Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). "Macam-macam MSCI, macam-macam demo takut-takuti kita. Saya katakan ke MSCI, bangsa Indonesia tidak takut dan tidak akan gentar. Kita tidak takut, kita punya keberanian dan kita rela berkorban dan kita tidak menyerah," kata Prabowo, seperti dikutip Bloomberg Technoz.
Kenyataan itu menandakan respons langsung pertama ketua negara terhadap rancangan MSCI yang menggegarkan pasaran modal domestik. Beliau menegaskan kerajaan tidak akan berputus asa menghadapi pelbagai tekanan dan cabaran.
Ancaman turun ke Standalone Market
Pada Jumaat (16/10), MSCI mengumumkan rancangan konsultasi berhubung kemungkinan perubahan status pasaran saham Indonesia daripada Emerging Market kepada Standalone Market. Pengumuman itu menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjunam dan mencetuskan kebimbangan pelabur global terhadap persepsi pasaran Indonesia.
Sehari sebelum sidang kabinet, Presiden menerima rekomendasi Dewan Ekonomi Nasional (DEN): reformasi pasaran modal perlu diteruskan dan penguatkuasaan peraturan oleh pengawal selia diperkukuh. "Kami memberi saranan untuk meneruskan reformasi pasaran modal yang memang sudah dijalankan dan meneruskan enforcement oleh pengawal selia yang memang juga sudah diumumkan," ujar Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu, dipetik daripada ANTARA.
Penilaian dua tahun pentadbiran
Sidang Kabinet Paripurna kali ini diadakan di halaman tengah Istana Merdeka untuk menilai dua tahun pemerintahan Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dengan kehadiran seluruh jajaran Kabinet Merah Putih. Sementara itu, IHSG ditutup mengukuh 0.94 peratus ke paras 5,328 pada dagangan Rabu petang, menurut laporan CNN Indonesia dan investor.id.






Belum ada komen. Jadilah yang pertama!