Erick Thohir Lepas Kontingen di Balai Kota Solo
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengukuhkan dan melepas Kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Pengukuhan berlangsung dalam upacara di Pendhapi Ageng Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Senin (12/10/2026).
Indonesia mengirim 103 atlet untuk berlaga pada 12 cabang olahraga dengan target menempati posisi 10 besar dan meraih tujuh medali emas. Total kontingen yang diberangkatkan berjumlah 219 orang, terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial.
Pengukuhan kontingen ditandai dengan penyerahan pataka Merah Putih dari Erick kepada Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun. Selanjutnya, Senny menyerahkan pataka tersebut kepada Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani.
Target 7 Emas dan 10 Besar Klasemen
Kontingen Indonesia menargetkan tujuh medali emas, delapan medali perak, dan 17 medali perunggu pada Asian Para Games 2026. Dengan target tersebut, Indonesia membidik posisi 10 besar klasemen akhir.
"Kesempatan tidak datang dua kali. Target tujuh medali emas harus kita dapat. Jadikan ini prestasi yang luar biasa buat kita semua," ujar Menpora Erick dalam arahannya.
Reda Manthovani menyatakan seluruh atlet telah siap secara fisik dan mental. "Dengan ini kami menyatakan bahwa seluruh atlet Indonesia yang akan berpartisipasi dalam Asian Para Games ke-5 Aichi-Nagoya telah siap secara fisik dan mental untuk berjuang meraih prestasi tertinggi," ujar Reda. Rombongan dijadwalkan bertolak ke Jepang pada Selasa (13/10/2026).
Ambisi Nomor Satu Asia Tenggara
Asian Para Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18-24 Oktober 2026. Dalam arahannya, Erick juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto kepada para atlet dan menjamin perhatian pemerintah terhadap kebutuhan kontingen.
"Beliau peduli, sayang sama kalian. Untuk bonus jangan khawatir, Presiden selalu memberikan yang terbaik," tutur Erick. Ia juga menyebut pemerintah menyediakan anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas) multiyears untuk mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi internasional.
Bagi Indonesia, ajang ini juga menyimpan ambisi jangka panjang. Erick menyebut atlet Indonesia sepanjang sejarah Asian Para Games telah mengoleksi 76 medali emas. "Beda 15 emas. Saya berharap ke depan kita perlahan-lahan harus merebut bahwa kita adalah nomor 1 di Asia Tenggara. Kita bisa," tegasnya.




