Apa Kata Riset tentang Gorengan?

Studi besar dari Harvard T.H. Chan School of Public Health yang memantau lebih dari 100.000 orang selama sekitar 25 tahun menemukan kaitan jelas: semakin sering makan gorengan, semakin tinggi risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Mereka yang makan gorengan 4–6 kali per minggu memiliki risiko diabetes 39 persen lebih tinggi, dan yang 7 kali atau lebih per minggu risikonya 55 persen lebih tinggi, dibanding yang makan gorengan kurang dari sekali seminggu. Gorengan dari luar rumah paling berisiko karena minyak yang dipakai berulang kali mengalami degradasi.

Mengenal Makanan Ultra-Proses

Makanan ultra-proses adalah produk hasil pemrosesan industri berlapis: terbuat dari tepung olahan, minyak rafinasi, gula, dan pati, plus pewarna, perasa, dan pengawet. Contohnya mi instan, sosis, nugget, keripik, sereal manis, dan soda.

Makanan ini dirancang sangat gurih-manis-asin sehingga sulit berhenti, padat kalori tetapi minim nutrisi dan serat — kombinasi yang membuat mudah makan berlebihan tanpa merasa kenyang.

Dampaknya bagi Tubuh

Konsumsi rutin makanan ultra-proses dikaitkan dengan obesitas, sindrom metabolik, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Kandungan gulanya memicu lonjakan gula darah dan resistensi insulin; garam berlebih menaikkan tekanan darah; lemak trans menaikkan LDL sekaligus menurunkan HDL.

Studi juga mencatat konsumsi makanan ultra-proses berlebih dikaitkan dengan perlemakan hati non-alkohol dan peningkatan risiko penyakit kronis lainnya.

Cara Mengurangi

Tidak harus berhenti total — mulailah dengan mengurangi frekuensi. Ganti cara masak: kukus, rebus, panggang, atau gunakan air fryer dengan sedikit minyak. Jika menggoreng, gunakan minyak segar dan jangan pakai berulang kali.

Perbanyak makanan utuh yang dimasak sendiri, baca label kemasan, dan waspadai jebakan seperti sereal atau jus kemasan yang ternyata tinggi gula.

Bagi penggemar gorengan, trik sederhana adalah mengombinasikannya dengan sayuran dalam porsi besar dan membatasi porsi gorengan itu sendiri, bukan menjadikannya menu utama setiap hari. Jika sering jajan di luar, pilihlah penjual yang menggunakan minyak segar dan tidak menggoreng berulang kali, serta imbangi dengan banyak sayur dan buah. Perubahan kecil yang konsisten jauh lebih efektif daripada pantangan total yang hanya bertahan seminggu.