Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun

Tim arkeolog yang dipimpin Prof. Hakan Öniz dari Universitas Akdeniz, Antalya, mengumumkan penemuan bangkai kapal tertua di dunia di lepas Pulau Kekova, pesisir selatan Turki. Bangkai kapal dagang tersebut diperkirakan berusia 4.400 hingga 4.700 tahun, berasal dari Zaman Perunggu Awal — sezaman dengan pembangunan Piramida Agung Giza di Mesir. Pengumuman resmi disampaikan Kementerian Kebudayaan Turki pada Rabu (14/10/2026).

"Bangkai kapal ini adalah kapsul waktu di dasar laut," kata Öniz. Bangkai terletak di lereng bawah laut sekitar 30 meter di bawah permukaan, dengan artefak tersebar di dasar laut. Para penyelam yang melakukan penggalian dibatasi hanya 30 menit per penyelaman karena kedalaman lokasi.

Bangkai Kapal Tertua Dunia Ditemukan di Turki, Usia 4.700 Tahun
Ilustrasi — amfora terakota kuno (foto: The Metropolitan Museum of Art, bukan amfora dari bangkai kapal Kekova). (Sumber: The Metropolitan Museum of Art / Wikimedia Commons)

Muatan Puluhan Amfora dan Jangkar Batu Masih Utuh

Tidak satu pun kayu kapal yang tersisa, namun muatan keramiknya bertahan dengan sangat baik. Para penyelam menemukan lebih dari 30 bejana penyimpanan keramik kuno yang disebut amfora, beserta tiga jangkar batu besar yang dibawa kapal sebagai cadangan untuk pelayaran jauh. Kapal diperkirakan berukuran sekitar 10 meter dan mengangkut barang dagangan melintasi Laut Mediterania.

Amfora-amfora itu diduga terutama digunakan untuk mengangkut minyak zaitun atau anggur. Namun, satu amfora memiliki ciri khas — tanda-tanda khusus dan dua lubang di badannya — yang mengindikasikan wadah itu bisa digunakan untuk membuat keju atau mentega. Para peneliti menduga para pelaut membawa kambing dalam pelayaran mereka, lalu menggunakan susunya untuk membuat produk olahan susu.

Yang mengejutkan, beberapa amfora yang masih utuh ternyata tidak kosong. Dr. Karin Sowada dari Macquarie University, Australia, menemukan residu tebal berkilau di dalamnya. Pengujian laboratorium kini berjalan untuk menentukan apakah bejana itu berisi minyak zaitun, anggur, resin pohon, atau telah dipakai berulang selama bertahun-tahun.

Usia Ditentukan dari Bentuk Amfora

Karena tidak ada sisa kayu organik, teknik penanggalan radiokarbon tidak bisa digunakan. Sebagai gantinya, arkeolog menganalisis bentuk amfora — dua pegangan, tonjolan di bagian tengah, dan dasar yang datar. Desain itu cocok dengan amfora yang ditemukan di dekat piramida Giza, Mesir, serta kawasan Timur Tengah yang diketahui berusia 4.400–4.700 tahun.

Öniz awalnya mengira amfora itu jauh lebih muda, hingga ia membaca publikasi tentang amfora yang ditemukan di dekat piramida Giza. Tim kemudian mengundang Sowada, pakar amfora terkemuka, untuk memeriksa bukti langsung di lokasi bangkai. "Membandingkan teknik dekorasinya… kami bisa pastikan bangkai ini dari Zaman Perunggu Awal. Ini 100 persen," ujar Öniz.

Rekor Baru, Diduga Berlayar Menuju Troya

Penemuan ini mematahkan rekor bangkai kapal tertua sebelumnya — reruntuhan kapal berusia sekitar 4.200 tahun di dekat Pulau Dokos, Yunani. Sebagai perbandingan, bangkai kapal tertua yang struktur kayunya masih bertahan berasal dari sekitar 2.400 tahun lalu, ditemukan di lepas pantai Bulgaria, Laut Hitam.

Arkeolog meyakini kapal berangkat dari pesisir timur Mediterania dan menuju Troya di barat laut Turki atau pemukiman Minoa di Kreta. Bangkai pertama kali ditemukan empat tahun lalu, dan perairan sekitar Pulau Kekova memang dikenal berarus dan berangin kencang yang telah menenggelamkan ratusan kapal selama berabad-abad.