Bahaya Terbesar Diare: Dehidrasi
Diare adalah kondisi buang air besar encer dengan intensitas lebih dari tiga kali dalam sehari, umumnya disebabkan infeksi virus. Pada anak, diare berbahaya karena tubuh anak didominasi cairan — kehilangan cairan lewat tinja yang tidak segera diganti dapat berujung dehidrasi, bahkan kematian.
Tanda-tanda dehidrasi yang perlu dikenali orang tua antara lain mata tampak cekung, ubun-ubun cekung pada bayi, bibir dan lidah kering, tidak tampak air mata saat menangis, kulit perut yang dicubit tetap berkerut (turgor menurun), serta frekuensi buang air kecil berkurang.
Langkah Pertama: Ganti Cairan dengan Oralit
Sekretaris UKK Gastrohepatologi IDAI, dr. Himawan Aulia Rahman, menekankan penggantian cairan sebagai pertolongan pertama diare pada anak. Cairan pengganti yang paling mudah didapat di seluruh Indonesia adalah oralit.
Patokannya 10 mililiter oralit per kilogram berat badan setiap terjadi BAB cair — misalnya anak berbobot 10 kilogram diberi 100 mililiter setiap kali diare cair. Berikan sedikit-sedikit tapi sering, misalnya satu sendok teh setiap 1–2 menit untuk anak di bawah dua tahun. Jika anak muntah, tunggu 10 menit lalu beri oralit lebih lambat. Pemberian dilanjutkan sampai diare berhenti.
Jangan Lupa Zinc Selama 10 Hari
Selain oralit, berikan suplementasi zinc (seng) selama 10 hari berturut-turut meskipun diare sudah berhenti. Dosisnya 10 mg per hari untuk bayi di bawah enam bulan dan 20 mg per hari untuk usia enam bulan ke atas.
Zinc membantu memperbaiki sel-sel usus yang rusak saat diare sehingga durasi diare menjadi lebih singkat dan risiko diare berulang menurun. Zinc juga berperan menguatkan daya tahan tubuh dan menjaga keutuhan lapisan usus.
Tetap Beri Makan dan Kenali Tanda Bahaya
Selama diare, lanjutkan pemberian ASI — bahkan dengan frekuensi lebih sering dari biasanya. Anak yang sudah makan makanan padat tetap diberi makan seperti biasa dengan menu yang dimasak segar, sedikit tapi sering (sekitar enam kali sehari). Jangan menghentikan makan dan jangan memberi obat anti-diare yang menghambat pengeluaran kuman.
Segera bawa anak ke petugas kesehatan bila anak tidak bisa atau malas minum/menyusu, kondisi memburuk, demam, atau terdapat darah dalam tinja. Setelah penanganan awal, kontrol kembali sesuai anjuran tenaga kesehatan untuk memastikan tidak ada tanda dehidrasi yang terlewat.




