Kanker Payudara: Deteksi Dini Menyelamatkan Nyawa

Kanker payudara menjadi salah satu kanker yang banyak menyebabkan kematian pada perempuan. Menurut Kementerian Kesehatan, hal ini terjadi karena banyak penderita baru berobat setelah memasuki stadium lanjut, ketika penanganan menjadi jauh lebih sulit.

Padahal, kanker payudara yang terdeteksi sejak dini memiliki peluang kesembuhan yang jauh lebih besar. Cara paling sederhana untuk deteksi dini adalah SADARI — periksa payudara sendiri — yang bisa dilakukan di rumah tanpa alat khusus dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit setiap bulan.

Gejala Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai

Menurut CDC Amerika Serikat, gejala kanker payudara yang perlu diwaspadai meliputi: benjolan baru di payudara atau ketiak; penebalan atau pembengkakan di sebagian payudara; iritasi atau lesung pada kulit payudara (menyerupai kulit jeruk); serta kemerahan atau kulit bersisik di area puting.

Tanda lain yang tak boleh diabaikan: puting yang tiba-tiba tertarik ke dalam, nyeri pada puting atau area payudara mana pun, keluarnya cairan dari puting selain ASI (termasuk darah), dan perubahan ukuran atau bentuk payudara. Perlu diingat, tidak semua benjolan berarti kanker — banyak yang jinak seperti kista atau fibroadenoma — tetapi setiap perubahan tetap harus diperiksakan ke tenaga kesehatan.

Apa Itu SADARI dan Kapan Dilakukan

SADARI adalah pemeriksaan payudara sendiri untuk mendeteksi kelainan pada ukuran, tekstur, dan bentuk payudara. Menurut Kemenkes, langkah ini dianjurkan dilakukan 7–10 hari setelah menstruasi, saat payudara tidak sedang membengkak atau nyeri. Bagi perempuan yang sudah menopause, lakukan satu kali setiap bulan pada tanggal yang mudah diingat.

Jika menemukan kelainan saat melakukan SADARI, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. SADARI melengkapi — bukan menggantikan — pemeriksaan klinis dan mammografi sesuai anjuran dokter.

Langkah-Langkah SADARI di Rumah

Berikut langkah SADARI dari Yayasan Kanker Indonesia yang dikutip Kemenkes. Pertama, berdiri tegak di depan cermin dan cermati perubahan bentuk, permukaan kulit, pembengkakan, atau perubahan pada puting. Kedua, angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku dengan tangan di belakang kepala, lalu dorong siku ke depan dan belakang sambil mencermati payudara.

Ketiga, posisikan tangan di pinggang, condongkan bahu ke depan, dan kencangkan otot dada. Keempat, angkat satu lengan dan raba seluruh area payudara hingga ketiak dengan ujung jari — gunakan pola atas-bawah, lingkaran, dan garis lurus dari tepi ke puting. Kelima, cubit kedua puting dan cermati bila ada cairan yang keluar; segera konsultasikan ke dokter bila terjadi. Keenam, ulangi perabaan dalam posisi berbaring dengan bantal kecil di bawah pundak.