Raksasa Foto Stok Ajukan Perlindungan Bangkrut

Getty Images, perusahaan lisensi foto dan video stok terbesar di dunia, akan mengajukan perlindungan kebangkrutan (Chapter 11) di Amerika Serikat (AS). Pengumuman yang disampaikan Senin (12/10/2026) itu menandai babak baru bagi perusahaan yang fotonya menghiasi jutaan pemberitaan di seluruh dunia, dan kini ramai diberitakan media Indonesia pada Kamis (15/10/2026).

Chapter 11 adalah proses pengadilan AS yang memungkinkan perusahaan tetap beroperasi sembari merestrukturisasi utang; ini bukan likuidasi dan Getty tidak tutup. Karena para kreditur utama sudah menyetujui rencana sebelum pengajuan (prepackaged), prosesnya diperkirakan jauh lebih singkat dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Skema Penyelamatan: Suntikan US$533 Juta

Getty telah mencapai kesepakatan restrukturisasi dengan seluruh kelompok pemangku kepentingan keuangan utamanya. Anggota keluarga Getty dan Koch Equity Development (KED) berkomitmen menyuntikkan ekuitas baru hingga US$533 juta atau sekitar Rp8,8 triliun, dan akan menguasai 100 persen perusahaan setelah restrukturisasi selesai.

Pemegang 83,5 persen obligasi tanpa jaminan setuju menghapus US$270 juta surat utang senior, sementara sekitar 89 persen kreditur berjaminan dan pemberi pinjaman sepakat menurunkan pembayaran bunga serta memperpanjang jatuh tempo. KED juga menyediakan pembiayaan hingga US$143 juta untuk mendanai proses tersebut.

Perusahaan menegaskan operasional berjalan normal, para vendor dibayar penuh, dan tidak ada dampak yang diperkirakan bagi kontributor, pelanggan, maupun karyawan. Pengajuan hanya mencakup entitas AS tertentu. Sebaliknya, pemegang saham publik diperingatkan kemungkinan kehilangan seluruh nilai sahamnya.

AI dan Gagal Merger Jadi Pemicu

Inti masalahnya adalah utang. Per akhir Juni 2026, Getty menanggung utang sekitar US$2,1 miliar atau sekitar Rp37,7 triliun dengan kas bebas hanya US$51,6 juta. Pendapatan kuartal II 2026 tercatat US$229,1 juta, turun 2,5 persen, sementara pelanggan tahunan menyusut 25,2 persen menjadi 240.000.

Rencana penyelamatan setahun terakhir adalah merger senilai US$3,7 miliar dengan rival Shutterstock. Kesepakatan yang dicapai Januari 2025 itu batal pada 7 Juli 2026 setelah otoritas persaingan usaha Inggris (Competition and Markets Authority/CMA) hanya menyetujuinya dengan syarat Shutterstock menjual bisnis editorialnya.

Di saat bersamaan, Getty menghadapi gempuran citra hasil kecerdasan artifisial (AI) generatif. Perangkat teks-ke-video kini memproduksi jenis gambar generik yang dulu menjadi ladang utama bisnis foto stok. Sejak kembali melantai di bursa lewat SPAC pada 2022 dengan valuasi US$4,8 miliar, saham Getty anjlok sekitar 99 persen hingga New York Stock Exchange (NYSE) memulai proses delisting pada akhir September 2026.