Mengapa Imunisasi Dasar Lengkap Penting
Imunisasi dasar lengkap adalah rangkaian vaksinasi yang wajib diberikan kepada bayi untuk melindunginya dari penyakit menular berbahaya seperti TBC, polio, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, diare rotavirus, dan campak. Semakin banyak anak yang divaksinasi, semakin kecil peluang penyakit menyebar di masyarakat.
Kementerian Kesehatan kini menetapkan 14 jenis vaksin dalam program imunisasi nasional, bertambah dari sebelumnya 11 jenis. Tiga vaksin baru yang masuk program adalah PCV untuk mencegah radang paru dan radang otak akibat pneumokokus, rotavirus untuk mencegah diare berat, serta HPV bagi anak perempuan untuk mencegah kanker serviks.
Jadwal Imunisasi Bayi 0–12 Bulan
Menurut jadwal Kemenkes, bayi menerima vaksin Hepatitis B (HB0) segera dalam 24 jam setelah lahir. Pada usia 1 bulan diberikan BCG dan polio tetes. Usia 2, 3, dan 4 bulan adalah jadwal DPT-HB-Hib, polio, PCV, dan rotavirus.
Pada usia 9 bulan bayi menerima vaksin Campak-Rubela dosis pertama dan polio suntik (IPV) dosis kedua. Vaksin Japanese Encephalitis diberikan pada usia 10 bulan, dan PCV dosis ketiga pada usia 12 bulan. Jadwal IDAI selaras untuk vaksin wajib, dengan tambahan vaksin anjuran seperti influenza dan hepatitis A.
Imunisasi Lanjutan dan BIAS
Perlindungan tidak berhenti di usia satu tahun. Pada usia 18 bulan anak menerima imunisasi lanjutan DPT-HB-Hib dan Campak-Rubela dosis kedua. Anak usia sekolah mendapatkan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS): kelas 1 menerima Campak-Rubela dan DT, kelas 2 dan 5 menerima Td.
Anak perempuan usia 9–14 tahun menerima vaksin HPV dua dosis untuk perlindungan terhadap kanker serviks. Catat seluruh jadwal di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) agar tidak terlewat.
Efek Samping dan Jika Jadwal Terlewat
Setelah imunisasi, sebagian bayi mengalami reaksi ringan seperti demam ringan, kemerahan di area suntikan, rewel, atau nafsu makan berkurang sementara. Menurut CDC, reaksi ini umum terjadi sebagai tanda tubuh membentuk antibodi dan bukan alasan menghindari imunisasi berikutnya.
Namun bila bayi menunjukkan gejala berat seperti kejang, pembengkakan ekstrem, atau demam tinggi di atas 39°C, segera cari bantuan medis. Jika jadwal imunisasi terlewat, jangan panik — konsultasikan ke puskesmas atau dokter anak untuk menyusun jadwal kejar (catch-up) yang aman.




