Jembatan 3 Km China–Korea Utara Akhirnya Dibuka

Jembatan Sungai Yalu Baru yang menghubungkan China dan Korea Utara resmi dibuka pada Kamis (15/10/2026). Beijing dan Pyongyang menggelar upacara peresmian bersama untuk menandai beroperasinya jalur transportasi darat yang telah lama dinanti tersebut, menurut laporan kantor berita resmi China, Xinhua.

Infrastruktur sepanjang 3.026 meter dengan empat lajur ini menyambungkan kawasan Zona Baru Dandong di Provinsi Liaoning, China, menuju Sinuiju di wilayah Korea Utara. Jembatan kabel pancang tersebut dirancang sebagai pengganti Jembatan Persahabatan Sino-Korea yang sudah berusia puluhan tahun.

Mangkrak 12 Tahun Sejak 2014

Pembangunan jembatan sebenarnya sudah dimulai sejak 2011 dan rampung pada 2014. Namun, pembukaannya tertunda selama 12 tahun karena Korea Utara tidak menyelesaikan pembangunan jalan penghubung dan fasilitas bea cukai di sisinya.

Penundaan tersebut terjadi di tengah memburuknya hubungan bilateral kedua negara, menyusul uji coba nuklir yang dilakukan Pyongyang serta pemberlakuan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). China sendiri telah menuntaskan sisi jembatannya sejak 2014 dengan harapan dapat mendongkrak hubungan dagang kedua negara.

Menggantikan Jembatan Persahabatan yang Menua

Jembatan baru ini disiapkan untuk menggantikan Jembatan Persahabatan Sino-Korea yang juga membentang di atas Sungai Yalu. Jembatan lama yang telah berusia puluhan tahun itu mayoritas hanya bisa dilintasi kereta api dengan kapasitas terbatas.

Peneliti asal Korea Utara, Ahn Chan Il, menyatakan ratusan kendaraan kini dapat melintasi jembatan baru tersebut setiap hari. Jalur transportasi baru ini diyakini mampu mendistribusikan sumber daya China serta mendorong perekonomian Korea Utara yang selama ini sangat bergantung pada Beijing.

Sinyal Pemulihan Hubungan Beijing–Pyongyang

Pengoperasian jembatan anyar ini menjadi sinyal positif bagi kemitraan diplomatik Beijing–Pyongyang. Pembukaan terjadi hanya berselang beberapa pekan setelah Korea Utara meresmikan jembatan jalan raya perdananya yang terhubung dengan Rusia.

Dari sisi perdagangan, ekspor China menuju Korea Utara dilaporkan mencapai rekor tertinggi dalam enam tahun terakhir, menembus angka US$2,3 miliar sepanjang tahun lalu — melonjak 25 persen dibanding periode sebelumnya. Meski demikian, total volume perdagangan tersebut masih berada di bawah catatan sebelum sanksi PBB diberlakukan pada 2017. Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyatakan pihaknya memantau secara cermat situasi pembukaan jembatan tersebut.