Lobus Paru Kanan Diangkat, Hasil Biopsi: Adenokarsinoma
Paus Leo XIV menjalani operasi toraks di Agostino Gemelli University Policlinic, Roma, pada Selasa sore, 13 Oktober 2026. Tim dokter mengangkat lobus bawah paru kanan Paus menggunakan teknik video-assisted — prosedur torakoskopi minimal invasif — dengan tujuan kuratif. Operasi berlangsung sekitar 90 menit dan dinyatakan berhasil tanpa komplikasi.
Pemeriksaan histologis yang dilakukan selama operasi memastikan diagnosis adenokarsinoma paru, jenis kanker paru yang paling umum. Direktur Kantor Pers Tahta Suci Matteo Bruni menjelaskan prosedur dilakukan oleh Dr. Luigi Carbone, Kepala Layanan Kesehatan Vatikan, bersama Prof. Stefano Margaritora, dokter bedah toraks Rumah Sakit Gemelli.
Vatikan belum mengungkap ukuran tumor maupun status penyebaran ke kelenjar getah bening — dua faktor penentu stadium dan prognosis. Laporan patologi lengkap diperkirakan keluar dalam beberapa hari ke depan.
Paus Umumkan Sendiri Nodulnya saat Doa Angelus
Nodul paru tersebut ditemukan saat pemeriksaan kesehatan rutin Paus. Paus Leo XIV, 71 tahun, memilih mengumumkan sendiri kondisinya kepada publik saat memimpin doa Angelus pada Minggu, 11 Oktober 2026 — dua hari sebelum operasi. Ia menyebut nodulnya "terbatas dengan baik" dan terdeteksi pada fase awal.
Paus Leo XIV merupakan Paus pertama kelahiran Amerika Serikat, terpilih pada Mei 2025, dan memimpin sekitar 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia. Kabar kesehatannya menjadi sorotan global dan diliput puluhan media internasional.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyampaikan doa agar Paus segera pulih. Paus Leo XIV sendiri tidak dikenal sebagai perokok; adenokarsinoma merupakan jenis kanker paru yang paling umum diderita non-perokok.
Pemulihan Berjalan Baik, Agenda Dibatalkan hingga 20 Oktober
Pemulihan Paus menunjukkan perkembangan positif. Buletin Vatikan menyebut malam pertama pascaoperasi berjalan "tenang", hasil tes darah dan rontgen dada normal, dan Paus sudah menjalani fisioterapi pernapasan serta berjalan di kamarnya di lantai 10 rumah sakit. Buletin Kamis (15/10) pagi melaporkan Paus melewati "malam yang baik" dan sudah sarapan.
Rawat inap diperkirakan berlangsung sekitar satu minggu, dan seluruh agenda publik Paus dibatalkan hingga 20 Oktober 2026. Meski demikian, tur 11 hari ke Uruguay, Argentina, dan Peru yang dijadwalkan pada 6–17 November 2026 sejauh ini tetap berjalan.






