Dua Jenderal TNI Merapat ke Istana

Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan kembali melakukan perombakan pejabat pada Kamis sore (15/10/2026). Sinyal terkuat datang dari Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, ketika dua perwira tinggi TNI AD tiba hampir bersamaan sekitar pukul 13.05 WIB dengan mengenakan pakaian dinas lengkap.

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon datang dengan Pakaian Dinas Upacara. Investor.id yang mengutip Antara melaporkan kehadirannya bertepatan dengan santernya kabar agenda pelantikan sejumlah pejabat baru di lingkungan Kabinet Merah Putih.

Tak lama berselang, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi juga terlihat memasuki kawasan Istana. Kehadiran keduanya langsung memicu spekulasi awak media mengenai penugasan strategis yang akan diberikan Presiden.

Richard Tampubolon Dikabarkan Jadi Wamenhan

Kabar yang beredar luas di kalangan wartawan menyebut Letjen Richard diproyeksikan menduduki kursi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan). Kementerian Pertahanan memegang peran krusial dalam perumusan kebijakan pertahanan negara, modernisasi alutsista, hingga diplomasi pertahanan regional — dan penunjukan figur militer aktif dipandang sebagai langkah memperkuat koordinasi antara Kemenhan dan Mabes TNI.

Saat dicecar mengenai kebenaran rumor tersebut, Richard memilih menjawab diplomatis. "Saya prajurit siap ditempatkan di mana saja," kata jenderal bintang tiga itu kepada wartawan, melansir Antara. Ia menegaskan kedatangannya ke Istana adalah untuk memenuhi panggilan mendadak usai dihubungi seorang pejabat, lalu memohon doa: "Doain yang terbaik. Siap do the best."

Richard merupakan mantan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III yang kini menjabat Kasum TNI. Ia juga menjabat Wakil Ketua I Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) Sumatera yang menangani pemulihan pascabencana dengan anggaran rehabilitasi 2026-2028 senilai Rp100,1 triliun.

Kristomei Sianturi Gantikan Suharyanto di BNPB?

Sementara itu, Mayjen Kristomei Sianturi gencar dikabarkan akan dilantik sebagai Kepala BNPB menggantikan Letjen TNI Suharyanto. Isu pergantian pucuk pimpinan lembaga penanggulangan bencana itu menguat setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menjerat pejabat BNPB terkait dugaan korupsi dana siap pakai kebencanaan — operasi yang berujung pada penetapan lima tersangka.

Saat ditanya wartawan, Kristomei mengaku belum mengetahui jabatan yang akan diembannya. "Belum tahu. Saya diminta untuk hadir pada Presiden. Pak Seskab yang memberi tahu, belum tahu tugasnya apa," ujarnya. Ia menegaskan, "Sebagai tentara, saya selalu siap menerima perintah."

Selain kedua nama tersebut, informasi yang beredar juga menyebut Wakil Panglima TNI Maruli Simanjuntak serta pengisian jabatan Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) oleh Satyawan Pudyatmoko. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada rilis resmi dari pihak Istana mengenai kepastian posisi maupun jadwal pelantikan.