Kapan Mandi Wajib Dilakukan

Mandi wajib — atau mandi junub — adalah mandi untuk menghilangkan hadas besar agar kembali suci dan bisa menunaikan ibadah seperti sholat dan puasa. Hadas besar antara lain: keluar mani (misalnya karena mimpi basah), jimak atau hubungan suami-istri meski tidak keluar mani, haid, nifas, dan wiladah (melahirkan).

Berbeda dengan mandi biasa, mandi wajib memiliki rukun yang harus dipenuhi. Rukun mandi wajib hanya dua: niat dan meratakan air ke seluruh tubuh bagian luar, tak terkecuali rambut dan bulu-bulunya. Air harus benar-benar sampai ke kulit dan pangkal rambut.

Niat Mandi Wajib

Niat membedakan mandi wajib dengan mandi biasa. Berikut bacaan niat mandi wajib:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillahi ta’ala. Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Ta’ala.” Menurut mazhab Syafi'i, niat dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh.

Ada pula versi niat yang lebih pendek: “Nawaitul ghusla liraf’il janaabah” — “Aku berniat mandi untuk menghilangkan junub.” Keduanya sah diamalkan.

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah

Tata cara mandi junub sesuai tuntunan Nabi SAW diriwayatkan Aisyah RA (HR Bukhari dan Muslim): (1) berniat; (2) mencuci kedua tangan hingga tiga kali; (3) membersihkan kemaluan dan kotoran yang menempel dengan tangan kiri; (4) berwudhu sebagaimana wudhu hendak sholat; (5) memasukkan jari-jari yang dibasahi air ke pangkal rambut lalu menyiram kepala tiga kali; (6) mengguyur seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan lalu sisi kiri.

Pastikan air merata ke seluruh tubuh tanpa ada bagian yang kering — termasuk lipatan kulit, sela-sela jari, ketiak, dan bagian tersembunyi lainnya. Disunnahkan menggosok tubuh agar air merata.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Tidak boleh ada penghalang yang mencegah air sampai ke kulit, seperti cat kuku yang tebal. Bagi perempuan yang rambutnya dikepang, kepangan tidak wajib dibuka selama air bisa meresap sampai ke kulit kepala dan pangkal rambut.

Setelah mandi wajib selesai dengan sempurna — niat terpenuhi dan seluruh tubuh terkena air — maka hadas besar telah hilang. Selama wudhu tidak batal selama mandi, seseorang bisa langsung menunaikan sholat tanpa berwudhu lagi.