Daftar Pemenang Nobel 2026: dari Sains hingga Perdamaian

Pengumuman pemenang Nobel 2026 telah lengkap seluruhnya, diumumkan sepanjang 5–12 Oktober 2026 dalam enam kategori: Kedokteran, Fisika, Kimia, Sastra, Perdamaian, dan Ilmu Ekonomi. Hadiah di bidang sains diumumkan di Stockholm, Swedia, sedangkan Nobel Perdamaian diumumkan Komite Nobel Norwegia di Oslo. Penyerahan hadiah dijadwalkan pada 10 Desember 2026.

Kategori pertama dibuka oleh Hadiah Nobel Kedokteran pada 5 Oktober untuk Karl Deisseroth, Peter Hegemann, dan Georg Nagel atas penemuan saluran ion berpagar cahaya yang menjadi fondasi teknologi optogenetika. Pada 6 Oktober, Hadiah Nobel Fisika jatuh ke tangan Francis Halzen atas kontribusinya yang menentukan terhadap Observatorium Neutrino IceCube dan penemuan neutrino berenergi tinggi asal astrofisika.

Kimia, Sastra, dan Ekonomi

Hadiah Nobel Kimia pada 7 Oktober diberikan kepada Henri B. Kagan dan Kenso Soai atas penemuan efek non-linear dan autokatalisis dalam sintesis organik asimetris — terobosan yang memengaruhi cara molekul obat dibuat. Sehari kemudian, penulis Kanada Anne Carson meraih Nobel Sastra untuk karya puisi dan prosanya yang berani dan inventif, yang berdialog dengan tradisi klasik dan melahirkan bentuk-bentuk baru dalam sastra kontemporer.

Rangkaian pengumuman ditutup pada 12 Oktober dengan Hadiah Nobel Ilmu Ekonomi untuk Robert E. Hall dari Universitas Stanford dan Michael Woodford dari Universitas Columbia. Keduanya dihargai atas fondasi mikroekonomi bagi stabilisasi makroekonomi, yang menjelaskan bagaimana keputusan belanja konsumen dan penetapan harga perusahaan memengaruhi siklus ledakan dan resesi.

Navi Pillay Raih Nobel Perdamaian, AS Sanksi ICC

Nobel Perdamaian 2026 diberikan kepada Navanethem "Navi" Pillay, yuris Afrika Selatan berusia 85 tahun, pada 9 Oktober. Komite Nobel Norwegia menghargai dedikasinya memperjuangkan perdamaian dan hukum internasional — dari pengadilan yang membela aktivis anti-apartheid, Tribunal Kriminal Internasional untuk Rwanda pasca-genosida 1994, hingga jabatannya sebagai Komisaris Tinggi HAM PBB pada 2008–2014.

Hanya beberapa jam setelah pengumuman, pemerintahan Amerika Serikat mengumumkan sanksi terhadap Mahkamah Pidana Internasional (ICC) melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio, sebagai bagian dari kampanye menentang penyelidikan ICC yang melibatkan AS dan sekutunya, termasuk Israel. Pillay — mantan hakim ICC yang pernah memimpin komisi PBB soal Gaza — mengecam sanksi tersebut sebagai hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak dapat diterima, serta memperingatkan bahwa serangan terhadap lembaga hukum internasional mengancam tatanan hukum global.

Israel Kecam Penghargaan, PBB dan Eropa Kritik Sanksi AS

Israel mengecam pemberian Nobel Perdamaian kepada Pillay, mengacu pada perannya dalam komisi PBB yang menyimpulkan Israel melakukan genosida di Gaza — temuan yang ditolak Israel dan disengketakan pemerintahan AS. Presiden AS Donald Trump juga dikabarkan mengkritik keputusan komite Nobel tersebut.

Di sisi lain, ICC mengecam keras sanksi AS dan menyebutnya serangan yang belum pernah terjadi terhadap lembaga peradilan independen, serta menyerukan 125 negara anggotanya memastikan pengadilan tetap memiliki sumber daya untuk melanjutkan pekerjaannya. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah pemerintah Eropa ikut mengkritik langkah Washington. Komite Nobel menyebut pemilihan Pillay sebagai pesan jelas kepada pihak-pihak yang menekan lembaga hukum internasional.