Enam Gol dalam Duel Penuh Drama

Galatasaray meraih kemenangan perdana di Liga Champions musim ini dengan cara dramatis. Bertandang ke Stade Pierre-Mauroy, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB, tim asuhan Okan Buruk menang 4-2 atas Lille pada matchday 3 fase liga Liga Champions 2026/2027 dalam duel yang menghasilkan enam gol.

Laga baru berjalan dua menit ketika Yunus Akgün membawa Galatasaray unggul lebih dulu. Lille merespons cepat lewat Soriba Diaoune yang menyamakan kedudukan pada menit ke-7 memanfaatkan umpan Alexsandro. Penyerang Lille itu kembali mencetak gol pada menit ke-39 dan membawa tuan rumah berbalik unggul 2-1.

Namun keunggulan Lille sirna sebelum turun minum. Aleksey Batrakov menyundul umpan silang Roland Sallai pada menit ke-44 untuk menyamakan skor menjadi 2-2. Tujuh menit setelah jeda, petaka menimpa tuan rumah: kiper Berke Özer gagal mengantisipasi situasi sepak pojok dan bola masuk ke gawangnya sendiri. Victor Osimhen mengunci kemenangan 4-2 lewat tembakan keras pada menit ke-61 memanfaatkan assist Barış Alper Yılmaz.

Galatasaray Comeback 4-2 atas Lille, Osimhen Bobol Mantan Klub
Victor Osimhen merayakan gol untuk Galatasaray (foto ilustrasi, bukan dari laga kontra Lille 21/22 Oktober 2026). (Foto: Transfermarkt) (Sumber: Transfermarkt)

Osimhen Menghantui Mantan Klubnya

Gol Osimhen terasa istimewa karena Lille adalah mantan klubnya. Penyerang Nigeria itu merayakan golnya dengan tertahan sebagai bentuk hormat kepada publik tuan rumah. Sebelumnya, Osimhen nyaris mencetak gol lebih awal, tetapi hadiah penaltinya pada menit ke-27 dianulir setelah wasit meninjau VAR dan menilai tidak ada pelanggaran.

Meski Lille lebih dominan dengan 56 persen penguasaan bola dan melepaskan 15 tembakan, efektivitas Galatasaray dalam memanfaatkan peluang menjadi pembeda. Empat tembakan tepat sasaran tim tamu berbuah empat gol — sebuah efisiensi penyelesaian akhir yang mematikan.

Soriba Diaoune menjadi pemain terbaik di kubu tuan rumah dengan dua golnya, masing-masing hasil kerja sama apik dengan Alexsandro dan Hákon Arnar Haraldsson. Sayangnya, brace sang penyerang tak cukup menyelamatkan Lille dari kekalahan.

Kemenangan Perdana, Lille Kian Terpuruk

Kemenangan ini memutus rentetan lima kekalahan tandang beruntun Galatasaray di Liga Champions dan menjadi tiga poin perdana mereka musim ini. Sebaliknya, Lille menelan kekalahan kandang ketiga beruntun di kompetisi UEFA dan masih tanpa poin — sebuah awal yang mengecewakan bagi tim asuhan Bruno Génésio.

Galatasaray kini berpeluang memperbaiki posisinya di klasemen fase liga, sementara Lille harus segera berbenah jika ingin menjaga asa lolos. Kedua tim masih menyisakan lima pertandingan untuk menentukan nasib mereka di kompetisi elite Eropa musim ini.