Unggahan Jerome Polin di Threads
YouTuber dan kreator konten pendidikan Jerome Polin Sijabat meluapkan kemarahannya melihat respons sejumlah pejabat Kalimantan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui akun Threads pribadinya @jeromepolin, Jerome menilai pernyataan para pejabat itu tidak mencerminkan rasa empati dan kompetensi seorang pemimpin.
"Pejabat Kalimantan yang bilang Kalimantan masih baik-baik aja, belum layak jadi bencana nasional dan lain-lain," tulis Jerome mengawali unggahannya pada Rabu (14/10/2026). Ia menambahkan bahwa para pejabat bisa berkata demikian karena tidak tinggal di lokasi bencana dan tidak merasakan langsung penderitaan warga yang sehari-hari menghirup udara tercemar.
Menurut Jerome, penanganan karhutla yang belum kunjung selesai hingga membuat warga kesakitan dan terganggu aktivitasnya merupakan bentuk inkompetensi — kondisi ketika seseorang memegang jabatan tertentu tetapi tidak memiliki kapasitas yang memadai untuk menjalankannya.
Audi Marissa hingga Nana Mirdad Ikut Geram
Unggahan Jerome itu lantas ditanggapi sejumlah netizen hingga publik figur. Aktris Audi Marissa mengaku sakit hati setiap pejabat menyebut kondisi di Kalimantan masih aman-aman saja, padahal kenyataannya jauh lebih parah dan sudah banyak korban. Netizen lain mengeluhkan penanganan karhutla yang dinilai sangat lamban hingga berjalan sekitar empat bulan tanpa kunjung tuntas.
Kritik serupa juga datang dari aktris Nana Mirdad yang geram dengan pernyataan lima gubernur Kalimantan soal karhutla, serta Daniel Mananta yang meminta pemerintah lebih tegas menangani bencana di Sumatra dan Kalimantan.
Tiga Gubernur Jadi Sorotan
Sejumlah pernyataan pejabat Kalimantan sebelumnya memang menuai sorotan. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran sempat berseloroh saat dimintai tanggapan mengenai penanganan karhutla dengan mengatakan "Karena bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi".
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyebut kebakaran hutan di Kalimantan aman terkendali — istilah yang menjadi sensitif ketika masyarakat masih merasakan gangguan akibat asap. Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menyebut kondisi karhutla di lokasi yang ditinjaunya ternyata tidak parah, sebelum akhirnya meminta maaf ke publik atas pernyataannya itu.
Karhutla Belum Kunjung Usai
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatra masih berlangsung dan terus memicu kabut asap pekat yang mengganggu kesehatan warga serta aktivitas penerbangan. Pemerintah bahkan tengah menguji coba teknologi dry ice (es kering) untuk mengatasi kabut asap di Palembang dan Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan.
Di tengah situasi tersebut, respons para pejabat yang dinilai meremehkan keparahan bencana terus menuai kecaman publik. Bagi Jerome Polin dan para pesohor lainnya, pernyataan "baik-baik saja" dari para pejabat justru menunjukkan jarak yang lebar antara penguasa dan penderitaan rakyatnya.






