Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Kemnaker melatih 1.041 penyandang disabilitas sepanjang Januari–Oktober 2026 dan menyiapkan pusat pelatihan khusus di Bekasi. (Fuente: oganpost.com)
Trabajo capacitó a 1.041 personas con discapacidad en 2026 y alista un centro en Bekasi para 2027, sumando 14 centros vocacionales para llegar a 56 unidades.
Datos Clave
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah melatih 1.041 penyandang disabilitas sepanjang Januari hingga Oktober 2026; sebagian besar alumni pelatihan dilaporkan sudah bekerja, sementara sebagian lainnya mulai merintis usaha mandiri.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan capaian tersebut saat menghadiri Orientasi Peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch V Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, Jumat 16 Oktober 2026.
Kemnaker menyiapkan Pusat Pelatihan Disabilitas di komplek BBPVP Bekasi yang direncanakan beroperasi pada 2027, dengan program pelatihan call center, teknologi informasi (IT), barista, menjahit, hingga perbengkelan.
Kemnaker menargetkan membangun 14 balai pelatihan vokasi baru pada 2027, sehingga jumlah balai bertambah dari 42 menjadi 56 unit dari Aceh hingga Papua — dengan target minimal satu balai di setiap provinsi.
Menaker Yassierli menegaskan pembangunan ketenagakerjaan harus mampu menjawab tantangan riil di lapangan dan berorientasi pada peningkatan produktivitas, bukan sekadar menyelesaikan persoalan hubungan industrial.
1.041 personas con discapacidad capacitadas; la mayoría ya trabaja
Centro de formación para personas con discapacidad en Bekasi operará en 2027
Sin comentarios. ¡Sé el primero!