Tertinggal 0-2, Liverpool Bangkit Sebelum Jeda
Liverpool memenangi duel dramatis 4-3 atas Villarreal pada matchday 3 fase liga Liga Champions 2026/2027 di Anfield, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB. Tuan rumah sempat tertinggal dua gol lebih dulu sebelum bangkit dan memastikan kemenangan lewat pesta tujuh gol.
Villarreal membuat kejutan dengan mencetak dua gol cepat. Georges Mikautadze membawa tim tamu unggul pada menit ke-4, sebelum Sergi Cardona menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-29. Anfield terdiam melihat tim kesayangannya tertinggal dua gol di kandang sendiri.
Liverpool merespons dengan cepat. Alexis Mac Allister memperkecil ketertinggalan pada menit ke-36, dan Ronald Araújo menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-45+1 di pengujung babak pertama. Dua gol dalam sepuluh menit terakhir babak pertama itu mengubah jalannya pertandingan dan mengembalikan kepercayaan diri tuan rumah.

Mac Allister dan Wirtz Balikkan Keadaan
Liverpool tampil jauh lebih agresif setelah turun minum dan akhirnya berbalik unggul. Alexis Mac Allister mencetak gol keduanya pada menit ke-65 untuk membawa The Reds memimpin 3-2 — gol yang membuat Anfield bergemuruh.
Tiga menit berselang, Florian Wirtz menambah keunggulan menjadi 4-2 pada menit ke-68. Gol ini terasa spesial bagi gelandang asal Jerman itu karena menjadi gol pertamanya sejak April lalu, mengakhiri paceklik panjang yang sempat membebaninya.
Villarreal menolak menyerah dan memperkecil skor lewat gol Tani Oluwaseyi pada menit ke-87. Namun waktu yang tersisa tidak cukup bagi tim tamu untuk menyamakan kedudukan, dan Liverpool menutup laga dengan kemenangan 4-3 yang dramatis.
Bintang Muda Ngumoha dan Rekor Sempurna
Bintang sesungguhnya malam itu adalah Rio Ngumoha. Pemain berusia 18 tahun itu tampil memukau dengan menyumbangkan dua assist yang menjadi kunci kebangkitan Liverpool. Kematangan permainannya di usia yang masih sangat muda membuat publik Anfield berdecak kagum.
Kemenangan ini juga menjaga rekor sempurna Liverpool di Liga Champions musim ini: tiga kemenangan dari tiga pertandingan. The Reds menunjukkan karakter juara dengan bangkit dari ketertinggalan dua gol — sebuah kemenangan yang akan dikenang lama oleh para pendukungnya.
Di kubu lawan, pelatih Andoni Iraola sudah berupaya maksimal dengan melakukan enam pergantian pemain sepanjang laga. Namun perubahan tersebut tidak cukup untuk membendung gelombang serangan Liverpool di babak kedua, dan Villarreal harus pulang dengan tangan hampa.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!