Kadek Dwi Pecahkan Rekor Dunia Lempar Cakram F57

Kontingen Indonesia memanen prestasi membanggakan pada hari kedua Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, Selasa (20/10/2026). Atlet para atletik I Kadek Dwi Purwana Yasa merebut medali emas kedua bagi Merah Putih dari nomor lempar cakram putra klasifikasi F57, sekaligus memecahkan rekor dunia miliknya sendiri.

Bertanding di Stadion Paloma Mizuho, atlet 18 tahun asal Bali itu tampil dominan sejak lemparan pertama. Ia membukukan 46,79 meter pada percobaan pertama, meningkat menjadi 47,17 meter pada percobaan kedua, sebelum meledak pada lemparan ketiga sejauh 49,75 meter.

Catatan 49,75 meter mempertajam rekor dunia 48,68 meter yang ia ciptakan sendiri pada kejuaraan dunia di Meksiko, 22 Juli 2026. Rekor Asian Para Games yang sebelumnya dipegang atlet China Guo Shan Wu (47,77 meter) pun ikut tumbang. Pesaing terdekat, Yorkinbek Odilov dari Uzbekistan, hanya mampu mencatat 45,10 meter, disusul Hussein Khazaee dari Irak dengan 45,06 meter.

Asian Para Games 2026: Indonesia Panen 3 Emas, Rekor Dunia Pecah
I Kadek Dwi Purwana Yasa, peraih medali emas kedua Indonesia di Asian Para Games 2026 sekaligus pemecah rekor dunia. (Foto: Dok. NPC Indonesia via Mettanews.id)

Emas Dipersembahkan untuk Ibu dan Bapak

Usai memastikan emas, Kadek Dwi tak kuasa menahan haru. Atlet yang melakoni debut di Asian Para Games ini mempersembahkan medali emasnya untuk kedua orang tuanya. "Medali ini saya persembahkan untuk ibu dan bapak saya," ucapnya sambil mengusap air mata, dikutip dari keterangan resmi NPC Indonesia.

Di mixed zone, ia mengaku puas dengan penampilannya. "Pertandingannya bagus. Lemparan saya lumayan bagus juga," katanya. Ia menyebut sudah mengenal kekuatan para pesaingnya karena kerap bertemu di berbagai kejuaraan internasional.

Fadli Imammuddin Sumbang Emas Ketiga dari Balap Sepeda

Kurang dari satu jam setelah emas Kadek Dwi, kabar gembira kembali datang dari Izu Velodrome, Shizuoka. Atlet para balap sepeda M Fadli Imammuddin menjadi yang terbaik di nomor individual pursuit 4000 meter putra C4.

Mantan pembalap motor nasional itu mengalahkan Behrooz Farzad dari Iran di partai final dengan catatan waktu 4 menit 50,169 detik, sekaligus memecahkan rekor Asian Para Games. Dominasi Fadli sudah terlihat sejak babak kualifikasi dengan mengungguli para rivalnya.

Pelatih para balap sepeda Indonesia, Rizan Setyo Nugroho, menyebut hasil ini sudah sesuai prediksi tim. Sejauh ini tim para balap sepeda mengoleksi satu emas dan dua perunggu, masing-masing dari Vanza Mifthahul Jannah dan Sufyan Saori.

Indonesia Tempati Peringkat Kedelapan

Emas pertama Indonesia pada ajang ini dipersembahkan perenang Maulana Rifky Yavianda dari nomor 100 meter gaya bebas putra S12 pada hari pertama, Senin (19/10/2026), dengan waktu 55,34 detik, unggul tipis 0,10 detik atas Dmitry Khorlin dari Uzbekistan.

Hingga Selasa (20/10/2026) pukul 14.53 WIB, kontingen Merah Putih mengoleksi 3 emas, 3 perak, dan 15 perunggu, dan untuk sementara menempati peringkat kedelapan klasemen medali Asian Para Games 2026. Sejumlah cabang andalan Indonesia belum sepenuhnya bertanding, membuka peluang tambahan emas pada hari-hari berikutnya.