Prabowo Lantik Tujuh Pejabat di Istana Negara

Presiden Prabowo Subianto melantik tujuh pejabat baru dalam perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (15/10/2026) sore. Pelantikan mencakup empat wakil menteri, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta kepala dan wakil kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).

Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan yang diikuti para pejabat. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah pejabat tinggi negara turut menghadiri prosesi tersebut. Usai pembacaan sumpah, para pejabat menandatangani berita acara pelantikan di depan Presiden.

Pengangkatan pejabat baru kali ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 42/M Tahun 2026, Keppres Nomor 113/P Tahun 2026, dan Keppres Nomor 43/M Tahun 2026. Perombakan ini menjadi reshuffle kedelapan sejak Prabowo dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2024, dan berselang dua pekan setelah perombakan besar pada pos menteri koordinator pada 1 Oktober lalu.

Kristomei Sianturi Pimpin BNPB Gantikan Suharyanto

Letjen TNI Kristomei Sianturi resmi dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pengangkatannya menggantikan pejabat sebelumnya, Letjen TNI Suharyanto, tertuang dalam Keppres Nomor 113/P/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala BNPB yang ditandatangani pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Sebelum dipercaya memimpin BNPB, perwira tinggi TNI Angkatan Darat ini menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten yang membawahi wilayah Lampung dan Bengkulu sejak 10 Agustus 2025. Nama Kristomei dikenal melalui pengalamannya sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI sejak Maret 2025 serta Wakil Gubernur Akademi Militer (Akmil). Putra Batak kelahiran Kotabumi, Lampung Utara, pada 6 Mei 1976 ini juga pernah bertugas di satuan infanteri, Kostrad, komando kewilayahan, hingga lembaga pendidikan militer.

Sebelum prosesi pelantikan berlangsung, Kristomei sempat diberondong pertanyaan awak media terkait kabar penunjukannya sebagai Kepala BNPB anyar. Meski tidak mengonfirmasi secara gamblang saat itu, ia menegaskan kesiapannya menjalankan amanah di mana pun ditugaskan. "Belum tahu saya tugasnya apa," ujar Kristomei singkat.

Dua Wamenhan dengan Bidang Kerja Berbeda

Kementerian Pertahanan mendapat dua wakil menteri dengan pembagian bidang yang berbeda. Marsekal TNI Yusuf Jauhari dilantik sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi. Sementara itu, Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon — yang sebelumnya santer dikabarkan datang ke Istana — resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan.

Dalam kesempatan yang sama turut dilantik Dr. Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian dan M. Maulana Bungaran sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko dipercaya memimpin Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) dengan didampingi Mayjen TNI Sri Yanto sebagai wakilnya. Seluruh pejabat yang dilantik aktif bertugas dan akan menuntaskan sisa masa jabatan periode 2024-2029.

Rotasi Pimpinan TNI: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi

Selain jajaran kabinet, Prabowo juga merotasi pimpinan komando TNI berdasarkan Keppres Nomor 105 dan 106/TNI Tahun 2026. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dilantik sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.

Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Perubahan tersebut menjangkau sejumlah urusan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari penanganan bencana, ketersediaan pangan, pelayanan keimigrasian, hingga pengelolaan ekosistem.