Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Bali kian parah, Kamis (15/10/2026). Setelah berlangsung sekitar sepekan, antrean panjang kendaraan masih terlihat di berbagai SPBU dan membuat warga rela tidur hingga menginap di lokasi sambil menunggu kedatangan truk tangki. Kondisi ini dilaporkan berlangsung sejak Senin (12/10/2026) tanpa tanda-tanda pulih. Kelangkaan tidak hanya melanda BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, tetapi juga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo yang dilaporkan kosong di hampir seluruh SPBU.
Di sejumlah titik, antrean berlangsung sejak subuh hingga malam hari. Warga yang kehabisan bahan bakar di tengah jalan tidak punya pilihan selain bertahan di antrean, berharap pasokan kembali tiba dan mereka tidak kehabisan jatah.

Di Jembrana, ratusan warga tetap bertahan di SPBU meski pengelola telah memasang pengumuman stok kosong. Di SPBU Jalan Sudirman, Kelurahan Pendem, antrean roda dua dan roda empat memenuhi tepi jalan nasional pada Rabu malam (14/10/2026). Seorang warga mengaku telah mengantre sejak Rabu sore dan hingga Kamis pagi masih belum memperoleh bensin, lalu memilih tidur di atas kendaraannya karena tangki motornya sudah kosong. Putu Winarta, warga Kelurahan Pendem, mengatakan banyak pengendara tidak punya pilihan lain selain menunggu karena kendaraannya sudah tidak bisa jalan.
Kondisi serupa terjadi di Klungkung. Warga mulai mengantre sejak pukul 04.00 WITA di SPBU Gunaksa. Salah seorang warga mengaku tertidur di SPBU setelah Pertalite habis sekitar pukul 08.00, padahal ia sudah datang sejak pukul 05.00. Petugas SPBU Gunaksa menyebut dua ton Pertalite habis hanya dalam sekitar dua jam setelah SPBU dibuka, dan antrean terus memanjang hingga meluber ke bahu jalan. Di Denpasar, warga mengaku mengantre hingga dini hari sekitar pukul 02.00 WITA tetapi tetap tidak memperoleh BBM karena stok habis.
Sejumlah video yang viral di media sosial memperlihatkan antrean BBM di Bali mencapai sekitar 5 kilometer di beberapa SPBU. Dalam salah satu tayangan, terlihat seorang pengendara wanita pingsan saat mengantre di tengah cuaca terik. Pos kesehatan pun disiagakan di sejumlah titik antrean. Lilik Ariyanto, salah seorang warga yang tiba di antrean pukul 03.00 Wita, mengaku bensin motornya tinggal satu bar sehingga ia sudah tidak bisa ke mana-mana lagi. Situasi ini berdampak pada aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaan dan antar-jemput anak ke sekolah.
Warga berharap kelangkaan segera teratasi karena imbasnya sangat besar bagi masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan kendaraan untuk bekerja.
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan terus berupaya memulihkan pasokan BBM di Bali melalui pengaturan pengiriman berdasarkan skala prioritas SPBU serta optimalisasi suplai selama 24 jam. Pasokan tambahan juga dikirim melalui kapal tanker. Pertamina menjelaskan gangguan distribusi dipicu kendala teknis kapal pengangkut dalam proses bongkar muat BBM. Kementerian ESDM menyebut gangguan terutama dipicu keterlambatan kapal dan hambatan distribusi, bukan karena stok nasional habis.







Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!