Zelenskyy: Blokir Serangan ke Kilang Rusia Dicabut
LONDON — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan negaranya akan kembali menyerang kilang-kilang minyak Rusia, menandai runtuhnya gencatan senjata energi yang diklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan itu disampaikan Zelenskyy dalam wawancara dengan Financial Times di London, yang diterbitkan Kamis (15/10/2026).
"The block (on attacking refineries) is out. We're done," kata Zelenskyy kepada Financial Times, seperti dilaporkan Reuters dan CNN.
Trump mengumumkan "gencatan senjata energi" lewat media sosial pada Minggu (11/10/2026). Zelenskyy mengaku Ukraina menahan serangan ke fasilitas energi Rusia selama dua hingga tiga hari demi mematuhi keinginan Washington. Namun menurutnya, Rusia justru terus menyerang infrastruktur energi Ukraina dan menewaskan warga sipil selama masa jeda itu. Pada Kamis (15/10/2026), Rusia menyebut Ukraina telah menyerang kilang minyak di Ryazan, selatan Moskow.
Tudingan ke AS: Intelijen Diblokir, Starlink Diperlambat
Dalam wawancara itu, Zelenskyy melontarkan tudingan keras terhadap Amerika Serikat. Ia menyebut pejabat militer AS menyampaikan pesan kepada Ukraina: "jika tidak menghentikan serangan energi, kami akan memblokir intelijen" — meski belakangan pembatasan itu disajikan Kyiv sebagai gangguan teknis.
Zelenskyy juga menolak penjelasan bahwa perlambatan layanan satelit Starlink milik Elon Musk bersifat teknis. Sejak Rabu, layanan Starlink/Starshield melambat di seluruh Ukraina, mengganggu operasi drone di garis depan, dan Ukraina disebut tidak lagi menerima peringatan dini AS untuk rudal balistik yang masuk. "It was not a technical problem, it was the will," tegas Zelenskyy, seraya memperingatkan penarikan akses intelijen adalah langkah yang "berbahaya" bagi kota-kota Ukraina.
Zelenskyy menambahkan, ia hanya bersedia menghentikan kembali serangan ke kilang bila Amerika Serikat memberinya rudal pertahanan udara Patriot — disebutnya sebagai "minimum" yang dapat diterima.
Kesepakatan Solar Rusia dan Retaknya Hubungan
Zelenskyy juga mengecam kesepakatan mendadak Trump untuk membeli solar dari Rusia serta kekaguman Trump terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin. Trump sebelumnya mengkritik keras serangan Ukraina ke kilang Rusia dan bahkan menyerukan agar Ukraina mengganti Zelenskyy, dengan alasan serangan itu menaikkan harga bahan bakar di AS menjelang pemilu sela.
Enam senator AS dari dua partai mengkritik kesepakatan impor solar itu karena dinilai menyelamatkan keuangan Putin. Menurut The Times, serangan Rusia pada malam sebelumnya menewaskan enam orang di Lutsk setelah drone menghantam gudang, enam orang di Kyiv, dua di wilayah Dnipropetrovsk, dan satu di Zaporizhzhia. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut rincian gencatan senjata energi Trump "tidak pernah ditetapkan" dan memastikan Rusia terus menyerang pembangkit listrik Ukraina.






