Kekalahan Kedua Beruntun di Brasil
SÃO JOSÉ DOS PINHAIS — Langkah Timnas Futsal Indonesia di Copa das Nações de Futsal 2026 harus terhenti di fase grup. Skuad Garuda menelan kekalahan 0-2 dari Cape Verde pada laga penentu Grup A yang digelar di Max Rosenmann Arena, São José dos Pinhais, Brasil, Sabtu (17/10/2026) pagi WIB.
Hasil ini menjadi kekalahan kedua beruntun yang diderita Indonesia di turnamen tersebut, setelah sebelumnya takluk 0-3 dari tuan rumah Brasil pada Jumat (16/10/2026) pagi WIB. Dua kekalahan tanpa mencetak satu gol pun menjadi catatan pahit bagi tim asuhan Hector Souto.
Kekalahan ini sekaligus memastikan Indonesia gagal melaju ke babak semifinal, menyusul Brasil yang memuncaki klasemen dan Cape Verde yang finis sebagai runner-up Grup A.
Dua Gol Cepat di Enam Menit Pertama
Indonesia dan Cape Verde bermain dengan intensitas tinggi sejak menit awal laga. Namun petaka datang cepat bagi skuad Merah Putih. Pada menit ke-6, Cape Verde memecah kebuntuan lewat gol Octavio Ales yang membuat Indonesia tertinggal lebih dulu.
Gol tersebut membuat Cape Verde semakin percaya diri. Hanya berselang satu menit, pada menit ke-7, mereka sukses menggandakan keunggulan lewat Isalas Furtado. Skor 0-2 bertahan hingga turun minum.
Hingga pertandingan berakhir, Indonesia tidak mampu mencetak gol balasan. Skor 0-2 untuk kemenangan Cape Verde pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Gagal ke Semifinal Copa das Nações
Hasil ini membuat klasemen akhir Grup A tidak berubah: Brasil kokoh di puncak dengan 6 poin dari dua kemenangan, disusul Cape Verde dengan 3 poin, sementara Indonesia terbenam di dasar klasemen dengan 0 poin.
Sebagai perbandingan, Cape Verde sebelumnya juga kalah dari Brasil, namun dengan skor 2-4. Dua gol yang mereka cetak ke gawang tim Samba itu menjadi bukti bahwa tim asal Afrika tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata — banyak pemainnya berkarier di liga futsal Portugal.
Kegagalan ini menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia yang untuk pertama kalinya tampil di Brasil, salah satu negara dengan tradisi futsal terkuat di dunia.
Pelajaran untuk Piala Dunia Futsal 2028
Meski tersingkir, keikutsertaan di Copa das Nações 2026 merupakan bagian penting dari persiapan jangka panjang Timnas Futsal Indonesia menuju Piala Dunia Futsal FIFA 2028. Turnamen ini menjadi kesempatan mengukur kemampuan menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
Sebelum laga, pelatih Hector Souto menekankan perlunya evaluasi terhadap pertahanan dan penyelesaian akhir. “Alhamdulillah saya dan teman-teman sudah menyelesaikan pertandingan lawan Brasil pada hari ini. Banyak pengalaman yang bisa diambil, terutama dalam bertahan dan memaksimalkan peluang,” ujar pemain Samuel Eko usai laga melawan Brasil.
Kini, skuad Garuda diharapkan mampu bangkit dan menjadikan pengalaman pahit di Brasil sebagai modal untuk tampil lebih baik di ajang-ajang berikutnya.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!