Trump Pecat Katie Zacharia, Jubir Gedung Putih 5 Hari
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat Katie Zacharia dari jabatan juru bicara Gedung Putih setelah hanya lima hari bekerja, kata sejumlah penasihat presiden kepada CNN dan USA Today pada Jumat (16/10/2026). Masa kerja sepekan yang penuh gejolak itu pun berakhir dengan dramatis.
Trump mengatakan kepada wartawan sebelum bertolak ke kampanye di Georgia bahwa ia telah meminta Zacharia mempertimbangkan ulang posisinya pada Jumat pagi. ‘Sejujurnya, kalau aku jadi kamu, aku akan memikirkannya lagi,’ kata Trump menirukan pesannya kepada Zacharia. ‘Aku bilang padanya, jujur saja, kamu lebih baik bahagia. Dan aku tidak yakin kamu bisa bahagia di pekerjaan ini.’
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada Fox News beberapa menit setelah pernyataan Trump bahwa Zacharia sedang ‘beralih keluar’ dari peran tersebut, sementara seorang penasihat presiden menyebut ia akan meninggalkan Gedung Putih dalam beberapa hari ke depan.
Trump mengklaim Zacharia diperlakukan ‘sangat tidak adil’ dan ‘brutal’ oleh media, namun pada saat yang sama mengakui bahwa ia tidak yakin perempuan itu cocok mewakili Gedung Putih. ‘Mungkin pekerjaan ini bukan untuknya,’ kata Trump mengakui.
Tersandung Pengakuan Gagal Ujian Advokat
Kontroversi seputar Zacharia memuncak pada Kamis (15/10/2026) malam, ketika ia mengaku kepada pembawa acara Fox News Sean Hannity bahwa ia gagal dalam ujian bar pada 2011 dan tidak pernah mengambilnya untuk kedua kali. Padahal, pengumuman penunjukan Trump pada Jumat (9/10/2026) menyebutnya sebagai ‘attorney’, dan Zacharia selama ini mengidentifikasi dirinya sebagai pengacara di berbagai penampilan televisi.
‘Apakah kamu lulus ujian bar? Tidak, kan?’ tanya Hannity dalam wawancara tersebut. ‘Benar,’ jawab Zacharia. Ia berdalih bahwa para profesional hukum yang ia konsultasikan membolehkannya menyebut diri ‘lawyer’ karena memegang gelar sarjana hukum, meskipun tanpa lisensi praktik. Sejumlah pakar hukum menilai praktik itu tidak pantas dan tidak etis, menurut laporan media AS.
Kritik tajam bahkan datang dari media yang ramah terhadap Trump. Hannity menyebut debut konferensi pers Zacharia ‘banyak dikritik luas’, sementara Trump mengakui wawancara Fox News Kamis malam itu ‘keras’ untuk Zacharia.
Rekor Jabatan Terpendek
Kepergian Zacharia setelah sekitar empat setengah hari memecahkan rekor masa kerja terpendek seorang juru bicara Gedung Putih — melampaui Anthony Scaramucci yang bertahan sepuluh hari sebagai direktur komunikasi Gedung Putih pada 2017, menurut The Times dan New York Post.
Zacharia hanya sekali berdiri di podium ruang pers Gedung Putih, yakni pada Selasa (13/10/2026). Menurut Reuters, briefing perdana itu hanya berlangsung sekitar 14 menit — Zacharia menjawab pertanyaan dari tiga wartawan sebelum menutup sesi secara mendadak.
Zacharia (41) adalah lulusan Fakultas Hukum Pepperdine University dan ibu empat anak. Sebelum diangkat pada Jumat (9/10/2026) menggantikan Karoline Leavitt, ia dikenal sebagai komentator konservatif di Fox News dan Newsmax serta pernah menjadi penasihat komunikasi senior Trump Media & Technology Group.
Belum Ada Pengganti
Hingga berita ini ditulis, Gedung Putih belum mengumumkan siapa pengganti Zacharia. Trump bertolak ke Georgia pada Jumat sore tanpa menyebut nama calon. Pergantian mendadak ini terjadi kurang dari sebulan menjelang pemilihan sela AS — momentum ketika Gedung Putih membutuhkan suara resmi yang solid di hadapan publik.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!