Tuduhan Keras dari Truth Social

Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan tuduhan keras terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Lewat unggahan Truth Social yang dikutip AFP pada Senin (19/10/2026), Trump menuduh Zelenskyy tidak berniat mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Trump mengklaim negosiasi damai yang dipimpinnya mencatat kemajuan besar, termasuk dalam negosiasi pembebasan sandera. Namun menurutnya, Kyiv justru menghambat langkah tersebut. "Zelenskyy doesn't care, and frankly, with all of the money that Europe is famously giving him... he doesn't want to end this war, and probably never did," tulis Trump.

Ia menutup pernyataannya dengan penekanan dalam huruf kapital: "I WANT THIS WAR END!"

Retak Trump-Zelenskyy: Tuduhan Tak Mau Damai dan Deal Diesel Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam wawancara NBC Meet the Press. Ia menyebut langkah Washington yang berpihak ke Moskow sebagai kesalahan besar dalam sejarah. (Sumber: NBC News)

Motif Domestik: Diesel Rusia dan Pemilu Paruh Waktu

Di balik serangan verbal itu, Trump membela keputusan kontroversialnya: executive order yang diterbitkan Jumat lalu yang memberi pengecualian sanksi sehingga AS menyetujui impor lebih dari 300 ribu ton metrik diesel dari Rusia.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut langkah itu sebagai periode 60 hari. Menurut Trump, impor diesel dari Rusia diperlukan untuk menekan harga bahan bakar minyak di dalam negeri menjelang pemilu paruh waktu AS yang digelar awal November.

Kemarahan Trump dipicu serangan Ukraina ke terminal minyak St. Petersburg pada Minggu. Trump sebelumnya telah memperingatkan Kyiv agar jangan menyerang kilang minyak diesel. Rusia mengklaim telah menembak jatuh 1.015 drone Ukraina dalam semalam hingga Minggu.

Zelenskyy: Kesalahan Besar dalam Sejarah

Zelenskyy membalas keras dalam wawancara NBC Meet the Press. Ia menyebut langkah Washington yang berpihak ke Moskow sebagai kesalahan besar dalam sejarah, dan menuduh Trump menekan Ukraina untuk menyerah kepada Rusia.

Meski demikian, Zelenskyy menilai ketegangan ini bersifat sementara. Politik menjadi sangat agresif selama masa pemilihan, ujarnya, seraya menyatakan keyakinannya bahwa ketegangan politik akan mereda setelah pemilu paruh waktu AS selesai.

Jalur Diplomasi Masih Terbuka

Di tengah retorika panas, jalur diplomasi disebut masih berjalan. Zelenskyy menelepon utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner pada Minggu (18/10) untuk membahas pertemuan damai baru yang bisa digelar secepat pekan ini.

Ukraina menyatakan siap menghentikan serangan ke kilang-kilang minyak Rusia bila Moskow berhenti menyerang infrastruktur energi Ukraina. Kyiv juga mengeluhkan layanan internet satelit Starlink yang disebut diperlambat.