Jam Malam Diperluas ke Sejumlah Kota
Otoritas Prancis memperluas pemberlakuan jam malam ke sejumlah kota dan wilayah setelah demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup berujung pada kerusuhan dan penjarahan. Kebijakan yang sebelumnya diterapkan di Paris kini mencakup Nice, Lyon, Gironde, serta empat wilayah di Prancis bagian utara, menurut laporan BFMTV yang dilansir dari Detikcom pada Selasa (20/10/2026).
Perluasan pembatasan tersebut menyusul instruksi Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu kepada para prefek untuk menerapkan jam malam secara lokal dan parsial sebagai respons terhadap kerusuhan. Lecornu juga mengumumkan operasi untuk membawa pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan dan penjarahan ke proses hukum.
Rincian Pembatasan per Wilayah
Di Paris, pembatasan aktivitas malam berlaku bagi seluruh penduduk di sekitar Place de la Republique dan ruas jalan kawasan Les Halles, mulai pukul 22.00 hingga 06.00 waktu setempat. Otoritas juga melarang demonstrasi di sejumlah kawasan ibu kota mulai pukul 20.00 hingga 06.00 waktu setempat.
Di Lyon, jam malam diberlakukan di sebagian kawasan Presqu'ile yang merupakan pusat kota, mulai pukul 21.00 hingga 06.00 waktu setempat. Kebijakan di Nice menyasar anak di bawah umur di pusat kota dengan jam pembatasan yang sama. Wali Kota Nice Eric Ciotti menjelaskan kebijakan itu bertujuan melindungi masyarakat dari gangguan keamanan setelah kerusuhan akhir pekan, seraya menyebut adanya "gerombolan perusuh yang berkeliaran di jalanan pada akhir pekan lalu".
Di Gironde, Prancis bagian barat daya, jam malam berlaku bagi anak di bawah umur yang tidak didampingi wali yang sah. Pembatasan berlangsung mulai pukul 22.00 hingga 07.00 waktu setempat sampai 26 Oktober, mencakup wilayah yang paling terdampak penjarahan dan vandalisme pada 17 Oktober.
Empat Wilayah Utara Lebih Dulu Diberlakukan
Sehari sebelumnya, Senin (19/10) malam, otoritas Prancis mengumumkan pemberlakuan jam malam selama dua malam di empat wilayah utara, yakni Lille, Douai, Wattignies, dan Denain. Kebijakan tersebut telah memperoleh persetujuan dari masing-masing wali kota.
Di Lille, Douai, dan Wattignies, jam malam berlaku mulai pukul 20.00 hingga 06.00 waktu setempat. Khusus Denain, pembatasan dimulai pukul 21.00 hingga 06.00 waktu setempat dan diberlakukan sampai 25 Oktober.
Instruksi Lecornu dan Latar Kerusuhan
"Saya meminta para prefek menetapkan sejumlah jam malam malam ini, berupa jam malam parsial," ujar Sebastien Lecornu. Pemerintah menilai jam malam lebih sesuai ketimbang status darurat untuk menghadapi situasi saat ini, meski opsi itu tetap terbuka bila diperlukan.
Gelombang kerusuhan bermula dari demonstrasi nasional pada Sabtu (17/10/2026) yang awalnya damai menuntut intervensi atas lonjakan biaya hidup, harga bahan bakar dan pangan, serta layanan publik. Aksi berubah mencekam ketika kelompok perusuh bertopeng menyusup, menjarah butik mewah dan department store di Paris, serta membakar gedung publik termasuk balai kota bersejarah Limoges.
Lebih dari 2.500 orang telah ditahan sejak akhir pekan, 67 dipenjara, dan hampir 1.000 personel keamanan terluka. Sedikitnya 3.000 toko mengalami kerusakan dengan kerugian mencapai ratusan juta euro. Presiden Emmanuel Macron mengakui adanya kegagalan respons pemerintah dalam pidatonya Minggu malam. Di tengah situasi itu, laga Liga Champions PSG melawan Barcelona di Parc des Princes dipastikan tetap digelar sesuai jadwal.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!