Tabrakan di Dermaga Pemuatan Coquelles

COQUELLES — Sebuah minibus menabrak kereta freight Le Shuttle yang berhenti di dermaga pemuatan Coquelles, dekat Calais, Prancis, pada Kamis malam (15/10/2026) waktu setempat. Kecelakaan menyebabkan sedikitnya 19 orang terluka dan sempat menghentikan sementara lalu lintas antara Inggris dan Prancis.

Insiden terjadi sekitar pukul 19.27 waktu setempat, saat minibus menghantam sisi kereta shuttle yang hendak berangkat menuju Inggris. Meski bus tidak terguling, benturan keras membuat seluruh penumpang di dalamnya mengalami luka.

Minibus tersebut membawa 18 pengemudi truk dari berbagai kewarganegaraan yang tengah menunggu untuk menyeberang terowongan, ditambah seorang pengemudi bus yang merupakan karyawan Eurotunnel. Agathe Cury, sub-prefek Calais, menyebut konsulat negara-negara asal para korban sudah diberitahu.

Dua Korban Diterbangkan ke Lille

Dua korban dikategorikan sebagai kasus darurat absolut dan diterbangkan dengan helikopter ke rumah sakit di Lille untuk perawatan lanjutan. Korban-korban lain dibawa ke rumah sakit di Calais, Boulogne, Dunkirk, dan Rang-du-Fliers. Otoritas setempat menyatakan tidak ada korban yang nyawanya terancam.

Sekitar 100 staf Eurotunnel dikerahkan ke lokasi bersama sejumlah mobil pemadam kebakaran dan tim medis. Media Prancis La Voix du Nord melaporkan perjalanan antara Inggris dan Prancis sempat terhenti sekitar satu setengah jam untuk evakuasi korban, sebelum kembali normal.

Eurostar menegaskan layanan kereta penumpangnya tidak terdampak. "Insiden ini tidak melibatkan atau berdampak pada kereta Eurostar yang beroperasi dari dan ke London," demikian pernyataan perusahaan kepada BBC, dan semua keretanya berjalan sesuai jadwal.

Kecelakaan Pertama Sejak 1994

Penyebab kecelakaan masih diselidiki. Cury mengatakan belum diketahui mengapa minibus menghantam kereta shuttle yang baru selesai dimuat dan hendak berangkat. "Ini adalah kali pertama kecelakaan semacam ini terjadi di platform pemuatan Eurotunnel sejak layanan dimulai pada 1994," ujarnya.

Menurut Cury, saat itu ada dua kereta Le Shuttle di dermaga: satu sedang dimuat dengan truk untuk menyeberang terowongan, dan satu lagi sudah selesai dimuat dan hendak berangkat. Minibus menghantam kereta yang hendak berangkat itu "karena alasan yang masih belum diketahui".

Insiden ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah sebuah kereta regional anjlok di Normandy, Prancis, yang membuat seorang wanita muda terluka kritis dan melukai 44 penumpang lainnya — membuat pekan ini menjadi pekan berat bagi keselamatan perkeretaapian di Prancis.