Gempa bumi magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (15/10/2026) pukul 17.58 WIB. Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat, 26 kilometer barat daya Kota Bogor, pada koordinat 6,73 Lintang Selatan dan 106,61 Bujur Timur. Informasi ini dirilis BMKG melalui sistem integrasi data gempa real-time.

Gempa ini tergolong dangkal dengan kedalaman hiposenter hanya 5 kilometer. Gempa dangkal umumnya lebih terasa di permukaan meski magnitudonya relatif kecil, karena jarak sumber gempa ke permukiman penduduk sangat dekat.

BMKG mencatat guncangan dirasakan dengan intensitas IV MMI di wilayah Pamijahan dan Kabandungan, Kabupaten Bogor. Pada skala IV MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan berarti maupun korban akibat gempa tersebut. BMKG menyatakan informasi gempa ini diteruskan kepada masyarakat sebagai bagian dari sistem peringatan dini. Mengingat pusat gempa berada di darat dan dangkal, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Masyarakat diminta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah dan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG untuk menghindari kabar bohong. Gempa di wilayah Bogor bukan hal baru — kawasan ini berada di zona sesar aktif, termasuk Sesar Citarik, yang pernah memicu gempa dangkal serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

Gempa di wilayah Bogor bukan hal baru — kawasan ini berada di zona sesar aktif, termasuk Sesar Citarik, yang pernah memicu gempa dangkal serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Pada April 2025, gempa magnitudo 4,1 juga mengguncang Bogor dengan kerusakan ringan pada sejumlah rumah warga.

Skala IV MMI berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah: benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan terasa seperti ada truk besar yang melintas. Meski tidak menimbulkan kerusakan struktural berarti, gempa dangkal seperti ini kerap mengejutkan warga karena disertai suara gemuruh akibat getaran frekuensi tinggi dekat permukaan.