Divonis 15 Tahun di Pengadilan Newry

Jeffrey Donaldson (63), mantan pemimpin Democratic Unionist Party (DUP) — partai unionis terbesar di Irlandia Utara — divonis 15 tahun penjara pada Kamis (15/10/2026) oleh Newry Crown Court atas 18 kejahatan seks terhadap anak. Vonis itu terdiri dari 11 tahun penjara untuk kejahatan terhadap satu korban, ditambah 4 tahun yang dijalankan berurutan untuk korban kedua.

Donaldson dinyatakan bersalah pada 22 Juni 2026 atas satu dakwaan pemerkosaan, 13 dakwaan penyerangan tidak senonoh, dan empat dakwaan ketidaksenonohan berat terhadap dua perempuan yang masih anak-anak ketika kejahatan itu terjadi antara 1985 dan 2008. Ia ditangkap dan didakwa pada Maret 2024, lalu mengundurkan diri sebagai pemimpin DUP keesokan harinya.

Saat vonis dibacakan, Donaldson yang mengenakan setelan jas biru duduk tak bergerak dan menatap lurus ke depan. Ia telah ditahan di penjara keamanan tinggi Maghaberry sejak Juni lalu dan dilaporkan tengah mengajukan banding atas vonisnya.

Hakim: Kehancuran Memalukan yang Katastrofik

Hakim Paul Ramsey menyebut kasus ini 'mengganggu dan meresahkan' serta menilai Donaldson memiliki risiko sedang untuk mengulangi perbuatannya. Menurut hakim, Donaldson bersikeras menyangkal kesalahannya dan tidak mengucapkan sepatah kata pun penyesalan atau rasa malu yang bisa memberi sedikit penghiburan bagi para korban.

Salah satu korban menyebut pelecehan itu sebagai momen terburuk dalam hidupnya yang memengaruhi seluruh hubungannya sejak saat itu, sementara korban lainnya merasa masa kecilnya telah dicuri dan membawa rasa malu selama puluhan tahun. Identitas kedua korban dilindungi oleh hukum.

Reuters menyebut perkara ini sebagai salah satu kasus paling menonjol di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Donaldson adalah politikus paling dikenal di Irlandia Utara dan anggota parlemen Inggris dengan masa bakti terlama ketika ditangkap. Ia dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Ratu Elizabeth II pada 2016 dan meminta pencabutan gelar itu dua hari setelah dinyatakan bersalah.

Istri Dinyatakan Membantu, tetapi Tak Bisa Diadili

Juri juga menemukan bahwa istri Donaldson, Eleanor (60), membantu dan bersekongkol dalam kejahatan suaminya. Namun pengadilan memutuskan ia tidak layak diadili karena masalah kesehatan mental, sehingga ia hanya menjalani sidang penetapan fakta yang tidak bisa berujung pada pemidanaan.

Donaldson memimpin DUP — partai yang didirikan pendeta Protestan Ian Paisley — dan menjadi tokoh sentral dalam negosiasi kesepakatan dagang pasca-Brexit hanya dua bulan sebelum penangkapannya. Kejatuhannya menandai akhir karier salah satu tokoh unionis paling berpengaruh di Irlandia Utara.

Vonis ini menutup babak hukum yang mengguncang politik Irlandia Utara selama dua tahun terakhir, meski upaya banding yang diajukan Donaldson masih berpotensi memperpanjang saga hukum tersebut.