Presiden Prabowo Subianto melantik dua jenderal bintang empat dalam upacara resmi di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (15/10/2026). Jenderal TNI Maruli Simanjuntak resmi menjadi Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT), sementara Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dipercaya memimpin TNI Angkatan Darat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Pengangkatan keduanya ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 105 TNI Tahun 2026 untuk Maruli dan Keppres Nomor 106 TNI Tahun 2026 untuk Tandyo. Kedua Keppres ditandatangani Presiden pada 14 Oktober 2026 dan dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Wahyu Yudhayana, sebelum sumpah jabatan dipandu langsung oleh Presiden Prabowo.

Yang menarik, pergantian ini adalah pertukaran posisi. Maruli sebelumnya menjabat KSAD ke-35 sejak 29 November 2023 — diangkat pada era Presiden Joko Widodo — sedangkan Tandyo sebelumnya menjabat Wakil Panglima TNI sejak 10 Oktober 2025. Upacara pelantikan disaksikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Jenderal TNI Tandyo Budi Revita lahir di Surakarta pada 21 Februari 1969. Ia adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) angkatan 1991 dari kecabangan infanteri, dengan rekam jejak panjang di satuan elite Kostrad. Karier awalnya ditempa sebagai Komandan Tim Khusus Combat Intelligence Yonif Linud 330/Tri Dharma pada 1995.

Jejak komandonya meliputi Komandan Batalyon Infanteri Linud 330 (2011), Komandan Brigade Infanteri Linud 17/Kujang I (2011–2012), dan Komandan Korem 142/Taroada Tarogau (2016). Ia juga pernah menjabat Kepala Bidang Diklat Kementerian Pertahanan pada 2021–2023 — periode ketika Prabowo Subianto menjabat Menteri Pertahanan — sebelum dipercaya menjadi Panglima Kodam IV/Diponegoro (2023–2024), lalu Wakil KSAD, dan Wakil Panglima TNI.

Usai dilantik, Tandyo menegaskan kesiapannya menjalankan tugas prioritas dari Presiden, termasuk program ketahanan pangan. Ia menyatakan akan mempercepat penyelesaian tugas-tugas TNI Angkatan Darat yang menjadi perhatian Kepala Negara.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak lahir di Bandung pada 27 Februari 1970. Lulusan Akmil 1992 dari kecabangan infanteri Kopassus, ia dikenal sebagai perwira dengan karier cemerlang di pasukan khusus dan pengamanan presiden. Ia pernah memimpin Detasemen Tempur Cakra (2002), Grup A Paspampres (2014), dan Komandan Paspampres (2018–2020).

Maruli juga pernah menjabat Danrem 074/Warastratama (2016–2017) — meraih penghargaan Danrem terbaik dalam Upaya Khusus Ketahanan Pangan Nasional 2016 — Pangdam IX/Udayana (2020–2022), dan Panglima Kostrad (Januari 2022–Desember 2023) sebelum dipercaya sebagai KSAD ke-35 pada 29 November 2023.

Dalam kehidupan pribadi, Maruli adalah menantu Luhut Binsar Pandjaitan setelah menikahi Paulina Pandjaitan pada 1999. Kini sebagai Wakil Panglima TNI, ia juga merangkap memimpin Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil — posisi strategis yang mengelola kawasan perbatasan negara.