As Roda Lepas di Johor Bahru, JPJ Hentikan Penjualan
Insiden mengejutkan terjadi di Johor Bahru, Malaysia, pada Selasa (6/10/2026). Sebuah Chery Omoda 5 berwarna hitam ditemukan melintang di tengah jalan dengan seluruh suspensi belakang beserta kedua roda belakang terlepas dari bodi. Foto kejadian yang beredar di media sosial memperlihatkan pintu belakang kanan penyok, dengan sebuah sepeda motor di dekatnya.
Otoritas transportasi Malaysia bergerak cepat. Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) pada 11 Oktober 2026 resmi menangguhkan sertifikasi tipe kendaraan (VTA) dan registrasi baru untuk varian Omoda 5 yang terdampak. JPJ juga meminta Chery Malaysia mengidentifikasi seluruh kendaraan berisiko dan melakukan penarikan.
Pada hari yang sama, Chery Auto Malaysia mengumumkan kampanye recall untuk Omoda 5 varian C dan H model pre-facelift. Pemilik diimbau memeriksa status kendaraannya melalui nomor VIN di situs resmi Chery Malaysia atau menghubungi Chery Careline di 03-9388 0888. Seluruh pemeriksaan dan penggantian komponen tidak dikenakan biaya.
Chery Indonesia: Belum Ada Insiden Serupa, Tunggu Investigasi Global
PT Chery Sales Indonesia (CSI) buka suara terkait kasus ini. Dalam keterangannya pada Selasa (13/10/2026), perusahaan menyatakan telah menerima informasi mengenai program recall di Malaysia dan terus berkoordinasi dengan prinsipal.
“Kami telah menerima informasi mengenai program recall yang dikeluarkan oleh Chery Auto Malaysia terkait insiden Omoda 5. Kami terus berkoordinasi dan menunggu hasil investigasi dari Chery global,” tulis Chery Indonesia.
Hingga saat ini, CSI mengaku belum menerima laporan insiden serupa di Indonesia. Namun perusahaan membuka kesempatan bagi konsumen yang ingin memastikan kondisi kendaraannya melalui pemeriksaan di bengkel resmi atau layanan Customer Care. Di Indonesia, model ini dipasarkan dengan nama baru Chery C5 sejak Juni 2025 dan dirakit lokal di fasilitas Handal Indonesia Motor.
Insiden Kedua Setelah Kasus 2024
Ini bukan kali pertama Omoda 5 mengalami masalah as roda. Pada April 2024, insiden serupa menimpa sebuah Omoda 5 di Malaysia hingga memicu penarikan 600 unit. Investigasi saat itu menemukan penyebabnya adalah kesalahan kalibrasi mesin las otomatis di pabrik pemasok setelah ujung las yang aus diganti.
Saat ini kampanye recall dan penghentian VTA berlaku khusus untuk pasar Malaysia. Belum ada indikasi maupun keputusan resmi yang mengarah pada penarikan unit Omoda 5 di negara lain, termasuk Indonesia. Konsumen Indonesia yang memiliki Omoda 5 atau Chery C5 disarankan rutin memeriksa kendaraan di bengkel resmi sembari menunggu hasil investigasi global.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!