Dua Gempa dalam Selisih 9 Menit
Dua gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (15/10/2026) sore. Gempa bermagnitudo 3,5 dan 4,1 itu dirasakan warga di sejumlah wilayah, dengan intensitas terkuat mencapai IV MMI. Guncangan dirasakan paling kuat di wilayah Sukabumi bagian utara.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi pukul 17.49.43 WIB dengan magnitudo 3,5. Pusat gempa berada di darat, sekitar 25 kilometer di utara Kabupaten Sukabumi, pada kedalaman sekitar 9-10 kilometer. Gempa kedua menyusul pukul 17.58.23 WIB dengan magnitudo 4,1. Episenternya berada di darat, sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor, dengan kedalaman hanya 5 kilometer.

BMKG: Pemicunya Aktivitas Sesar Aktif
Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Tangerang, Ana Oktavia Setiowati, mengungkapkan kedua gempa tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.
Penjelasan serupa disampaikan Prakirawan BMKG Stasiun Bandung, Edi Wibowo. Ia menyatakan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
BMKG mencatat getaran terkuat dirasakan di Pamijahan dan Kabandungan dengan intensitas IV MMI, yang dirasakan banyak orang di dalam rumah dan dapat membuat gerabah pecah serta pintu, jendela, dan dinding berbunyi. Getaran III MMI dilaporkan di Kalapanunggal, Leuwiliang, Cipeuteuy, Lengkong, dan Parakansalak, sedangkan warga Palabuhan Ratu, Pabuaran, dan Cicantayan merasakan intensitas II MMI.
Belum Ada Kerusakan, Warga Diimbau Waspada
Meski guncangan dirasakan di sejumlah wilayah, BMKG menyatakan belum menerima laporan kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut hingga Kamis petang. Karena pusat gempa berada di darat, kedua gempa tidak berpotensi tsunami.
Wilayah Sukabumi-Bogor memang dikenal rawan gempa dangkal akibat sesar aktif. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, mewaspadai kemungkinan gempa susulan, serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber dari otoritas resmi.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah, mewaspadai kemungkinan gempa susulan, serta tidak menyebarkan informasi yang tidak bersumber dari otoritas resmi.







Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!