Identitas Sang Pahlawan Terungkap
Seorang ayah yang menghentikan penembakan massal di sebuah sekolah dasar di Bend, Oregon, Amerika Serikat, telah diidentifikasi sebagai Kaylub Giamanco (36). Ia adalah tukang kayu setempat dan ayah dari dua anak perempuan yang bersekolah di SD Silver Rail, tempat tragedi itu terjadi pada Kamis siang waktu setempat.
Menurut laporan NBC News dan CBS News, Giamanco — pemegang izin senjata tersembunyi yang sah — sedang dalam perjalanan pulang untuk makan siang ketika mendengar suara tembakan. Ia melihat remaja bersenjata laras panjang memasuki area sekolah dan langsung menghentikan truknya, mengambil pistol kaliber .40 miliknya, lalu mengejar pelaku masuk ke dalam gedung.
Aksi cepatnya menghentikan penembakan hanya beberapa menit setelah panggilan darurat pertama diterima, mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak. Kepala Polisi Bend Mike Krantz memuji keberaniannya dalam konferensi pers yang penuh emosi pada Jumat (16/10/2026).

Kronologi Serangan Mematikan
Pelaku penembakan diketahui bernama Griffin J. John II (16), mantan murid SD Silver Rail. Ia menjebol kaca sebuah pintu dengan senapan pompa Maverick 88 kaliber 12 yang dimuat tiga jenis amunisi, lalu memasuki ruang kelas pendidikan khusus dan melepas sekitar 15 tembakan.
Empat orang tewas dalam serangan itu: tiga murid berusia 5, 8, dan 11 tahun — salah satunya diidentifikasi sebagai Rhoam Summer yang baru berusia 5 tahun — serta seorang guru berusia 25 tahun bernama Megan Lambert. Dua orang lainnya terluka, yaitu seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dalam kondisi serius namun stabil, dan seorang guru berusia 54 tahun dengan luka serius namun tidak mengancam nyawa.
Polisi juga mengungkap adanya pahlawan lain: seorang guru perempuan yang melemparkan ponselnya ke arah pelaku lalu bergumul untuk merebut senjatanya sebelum Giamanco tiba di ruang kelas. 'Ia hampir pasti membantu mencegah pertumpahan darah yang lebih besar,' kata Krantz.
Trump: 'Pahlawan Hebat'
Presiden Donald Trump secara khusus memuji aksi Giamanco pada Jumat (16/10) di hadapan wartawan di luar Gedung Putih. 'Ia berurusan dengan masalah itu, dan syukurlah kami memilikinya, jika tidak kondisinya akan jauh lebih buruk,' kata Trump, menyebutnya sebagai 'pahlawan hebat'.
Trump juga menyoroti kepemilikan senjata legal Giamanco. 'Ini hal yang mengerikan, tetapi syukurlah ada pria yang punya senjata dan tahu cara menggunakannya,' ujarnya. Pujian juga datang dari keluarga korban dan masyarakat Bend yang berduka atas tragedi tersebut.
Ia Tak Merasa Pahlawan
Meski dipuji banyak pihak, Giamanco tidak ingin menjadi sorotan. Adiknya, Kyle Giamanco, mengatakan kakaknya dilanda trauma dan rasa bersalah karena merasa tidak mampu menyelamatkan lebih banyak anak. 'Ia tak bisa menghilangkan bayangan anak-anak yang ketakutan dari kepalanya,' ujarnya kepada NBC News.
Dalam pernyataan yang dibagikan keluarga kepada CBS, Giamanco menyebut dirinya tidak mencari pengakuan. Ia justru menyampaikan terima kasih kepada para petugas tanggap darurat, staf sekolah, dan masyarakat atas dukungan yang mengalir. Ibunya, Kenda Freeman, menyebut sang putra masih trauma. 'Ia benar-benar pahlawan. Saya sangat bangga,' katanya dengan suara bergetar.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!