Militer Ukraina mengklaim melancarkan serangan rudal ke pangkalan udara Borisoglebsk di wilayah Voronezh, Rusia, pada malam 14–15 Oktober 2026. Serangan itu menggunakan rudal jelajah darat jarak jauh buatan dalam negeri bernama "Long Neptune" — versi pengembangan dari rudal anti-kapal yang terkenal menenggelamkan kapal induk Moskva pada April 2022.

Menurut Staf Umum Ukraina, targetnya adalah enam jet tempur Su-34M yang disebut sedang terisi bom udara dan siap menyerang Ukraina. Staf Umum menyatakan keenam pesawat mengalami kerusakan dalam berbagai tingkat. Klaim itu diperkuat citra satelit sebelum dan sesudah serangan yang diterbitkan kanal AviVector dan diverifikasi Reuters — citra tersebut memperlihatkan bukti kehancuran: empat jet hancur total dan dua rusak berat. Sejumlah kanal Telegram pro-Rusia juga mengakui adanya kerugian tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan keberhasilan operasi itu melalui unggahannya di X. Ia berterima kasih kepada prajurit Angkatan Laut Ukraina atas ketepatan serangan dan menegaskan bahwa serangan-serangan jarak jauh semacam itu merupakan respons yang dibenarkan atas teror Rusia terhadap Ukraina. Malam yang sama, Ukraina juga menyatakan menyerang situs penyimpanan dan peluncuran drone serang di wilayah Oryol serta satu target di Laut Hitam.

Pemerintah Rusia hingga berita ini ditulis belum memberikan konfirmasi maupun bantahan resmi terkait serangan ke pangkalan Borisoglebsk. Kementerian Pertahanan Rusia justru melaporkan serangan balasannya ke fasilitas gas Naftogaz di Poltava serta pelabuhan Izmail di selatan Ukraina pada malam yang sama. Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi klaim Ukraina secara independen.

Penting untuk membedakan antara klaim resmi Ukraina dan konfirmasi independen. Bukti visual berupa citra satelit dan pengakuan dari kanal-kanal Telegram pro-Rusia memberikan bobot tambahan pada klaim Kyiv, tetapi tanpa pernyataan resmi Moskow atau observasi langsung pihak ketiga, skala kerusakan pasti masih perlu diteliti lebih lanjut.

Pangkalan Borisoglebsk sendiri bukan target baru. Pangkalan yang menjadi markas pusat pelatihan penerbangan ke-783 dan divisi penerbangan ke-105 — yang mengoperasikan Su-34, Su-35S, dan Su-30SM — ini pernah diserang Ukraina pada Oktober 2024 terhadap depot amunisi dan pada Juli 2025 yang merusak infrastruktur pangkalan.

Serangan ke Borisoglebsk terjadi di tengah runtuhnya gencatan senjata energi yang sempat diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Zelenskyy menyatakan gencatan tersebut sudah berakhir dan Ukraina kembali melancarkan serangan terhadap kilang minyak Rusia — sebuah eskalasi yang dilaporkan memicu ketegangan dengan Washington.

Ukraina juga menuduh perusahaan antariksa SpaceX membatasi layanan Starlink hingga mengganggu misi drone tempurnya. Di sisi lain, Amerika Serikat disebut mengancam memblokir berbagi intelijen bila serangan Ukraina ke infrastruktur energi Rusia terus berlanjut. Perkembangan ini menandai babak baru perang yang kian melebar dari garis depan ke infrastruktur strategis kedua negara.