Ledakan dan Kebakaran Hebat

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pada Sabtu (17/10/2026) bahwa sebuah supertanker bermuatan lebih dari 2 juta barel minyak mentah terbakar hebat setelah menabrak ranjau laut di Selat Hormuz.

Menurut pernyataan Angkatan Laut IRGC yang disebarkan media pemerintah Iran (Sepah News), kapal itu melintasi jalur air strategis tersebut melalui 'rute yang tidak sah' dan melanggar regulasi maritim Iran, sehingga memicu 'ledakan besar' dan 'kebakaran hebat'. Kantor berita Fars mempublikasikan video yang disebut memperlihatkan kapal yang dilalap api.

IRGC menuduh kapal tersebut sengaja mematikan GPS dan radarnya untuk mengelabui otoritas Iran. Lokasi pasti dan status kru tidak diungkap; keadaan insiden belum terverifikasi secara independen, menurut AFP dan Reuters.

Peringatan Tehran, Dibantah AS

IRGC memperingatkan seluruh pelayaran bahwa Selat Hormuz 'tertutup' sesuai keputusan kedaulatan Iran: konsekuensi menentang regulasinya adalah 'terbakar dalam api'. Selat ini biasanya dilalui sekitar 25 persen perdagangan minyak lewat laut dunia.

Washington membantah keras klaim kendali IRGC. Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper menegaskan pada Jumat bahwa pasukan AS bersama sekutu melindungi kapal-kapal yang melintasi selat: 'Selat Hormuz dikendalikan oleh Amerika Serikat dan mitra regional kami, bukan Iran.'

Latar: Perang Iran-Israel-AS

Insiden terjadi di tengah perang AS-Israel melawan Iran yang disebut dimulai akhir Februari lalu. Serangan dan ranjau terhadap pelayaran di selat terus meningkat, memangkas tajam kapal yang melintas dibanding level sebelum konflik memanas.

Biaya dan risiko pengiriman minyak melalui Teluk terus membengkak di tengah kewaspadaan operator pelayaran dan perusahaan asuransi.