Kemiskinan turun ke 8,07 persen

Tingkat kemiskinan di Indonesia turun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026. Jumlah penduduk miskin tercatat 22,93 juta orang, berkurang 920 ribu orang dibandingkan Maret 2025. Angka ini disampaikan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Capaian tersebut diumumkan sehari menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang genap pada 20 Oktober 2026. "Pemerintah terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui perlindungan sosial, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujar Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom Kurnia Ramadhana dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Kemiskinan RI Turun ke 8,07 Persen, 920 Ribu Orang Keluar Miskin
Ilustrasi: data angka kemiskinan di Jakarta. Secara nasional, jumlah penduduk miskin berkurang 920 ribu orang dalam setahun. (Foto: Beritajakarta.org) (Sumber: Beritajakarta.org)

Tren dua tahun: berkurang 2,29 juta orang

Jika ditarik ke awal pemerintahan, penurunannya lebih besar. Pada Maret 2024 tingkat kemiskinan tercatat 9,03 persen atau 25,22 juta orang, lalu turun menjadi 8,47 persen (23,85 juta orang) pada Maret 2025, dan 8,07 persen (22,93 juta orang) pada Maret 2026. Dalam dua tahun, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 2,29 juta orang.

Kemiskinan ekstrem juga menunjukkan tren menurun, dari 2,14 persen pada 2021 menjadi 0,85 persen pada 2025. Tingkat ketimpangan yang diukur lewat rasio Gini membaik dari 0,384 menjadi 0,375 pada periode yang sama, dan tercatat 0,368 pada Maret 2026 — menandakan ketimpangan pengeluaran mulai menyempit.

Program yang diklaim menopang capaian

Pemerintah menyebut sejumlah program sebagai penopang capaian tersebut. Untuk menjaga daya beli pekerja, Bantuan Subsidi Upah (BSU) pada 2025 ditargetkan menjangkau 17 juta pekerja, dengan bantuan Rp300.000 per bulan selama dua bulan atau Rp600.000 yang dibayarkan sekaligus.

Program Magang Nasional bagi lulusan perguruan tinggi menargetkan 100 ribu peserta pada 2025 dan ditingkatkan menjadi 150 ribu peserta pada 2026. Evaluasi program pada 2025 menunjukkan sekitar 30 persen peserta ditawari melanjutkan bekerja dan diangkat menjadi karyawan tetap. Di sisi perumahan, Program 3 Juta Rumah mencatat realisasi fisik 324.213 unit hingga pertengahan 2026, sementara 10.070 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah beroperasi.

Catatan: garis kemiskinan Rp669 ribu per bulan

Sejumlah analis mengingatkan angka kemiskinan perlu dibaca bersama daya beli. Garis kemiskinan nasional pada Maret 2026 hanya sebesar Rp669.235 per kapita per bulan — setara sekitar Rp22.308 per orang per hari. Artinya, rumah tangga yang pengeluarannya sedikit di atas angka itu secara statistik tidak lagi tergolong miskin, meski tetap rentan terhadap guncangan ekonomi.

Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2026 tercatat 4,68 persen, dan masih ada sekitar 7,22 juta penganggur pada Mei 2026. Ekonomi Indonesia sendiri tumbuh 5,29 persen pada triwulan II-2026, dengan inflasi September 2026 sebesar 3,28 persen secara tahunan.