Dukungan Penuh Lewat Truth Social

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dukungan penuh kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk terpilih kembali, sembilan hari menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober 2026. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social pada Minggu (18/10/2026), dilansir AFP.

"Bibi Netanyahu telah menunjukkan keteguhan, keberanian, dan kecerdasan di tengah penolakan yang luar biasa, termasuk yang datang dari Israel sendiri," tulis Trump. "Semoga surat ini dapat mewakili dukungan penuh dan total saya kepada Bibi Netanyahu dalam pemilihan ulang sebagai Perdana Menteri Israel yang akan datang."

Balik Arah dari Sikap Netral

Langkah ini merupakan pembalikan dari sikap Trump sebelumnya. Dalam wawancara dengan majalah TIME awal Oktober, ia mengaku tidak lagi terlibat dalam politik Israel dan menolak memberi dukungan eksplisit, di tengah hubungan yang merenggang dengan Netanyahu akibat perbedaan soal Gaza, Lebanon, dan perang dengan Iran.

Netanyahu membalas lewat platform X: "Terima kasih, Presiden Trump, atas dukungan luar biasa Anda dan kerja sama kita. Bersama-sama, kita akan menyelesaikan misi ini!" Rival utama Netanyahu, mantan kepala militer Gadi Eisenkot, menegaskan bahwa penentuan pemimpin Israel sepenuhnya merupakan hak warga Israel.

Pemilu Pertama Sejak 7 Oktober 2023

Pemilu 27 Oktober 2026 menjadi pemilu pertama Israel sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Netanyahu menghadapi persaingan ketat untuk mempertahankan posisinya, dengan popularitasnya diuji oleh perang dengan Iran — yang dimulai akhir Februari — serta konflik di Gaza dan Tepi Barat.

Menurut Bloomberg, dukungan Trump datang setelah ketegangan berbulan-bulan antara kedua pemimpin dan membalik keraguan publik. Dukungan terbuka seorang presiden AS terhadap kandidat dalam pemilu negara lain terbilang langka dan kerap dinilai sebagai intervensi politik.