Kecam Keras Lewat X, Zelensky Tak Sebut Nama Trump

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky blak-blakan mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menangguhkan paket sanksi baru terhadap Rusia. Dalam postingan di X pada Sabtu (17/10/2026), Zelensky menyebut keputusan itu "unfortunate" atau sangat disayangkan.

Kecaman tersebut dilontarkan Zelensky di tengah serangan masif Rusia ke infrastruktur energi Ukraina. Menurutnya, lebih dari 320 drone shahed bermesin jet dan bensin, loitering munitions, rudal jelajah, serta rudal balistik digunakan Rusia untuk menghantam sektor energi, kota-kota, dan komunitas di Ukraina.

"Di saat Rusia melancarkan serangan sebesar ini ke sektor energi kami, sebuah keputusan sayangnya dibuat di Amerika untuk sama sekali mengabaikan Lindsey Graham Act — yang seharusnya memberi tekanan benar-benar efektif pada Rusia untuk mengakhiri perang ini," tulis Zelensky.

Menariknya, Zelensky tidak menyebut nama Trump secara langsung, meski ketegangan kedua pemimpin terus memanas dalam beberapa hari terakhir. Ia mendesak publik untuk bersuara keras mendukung sanksi: "UU ini bisa sangat membantu — dan masih bisa! Tapi harus benar-benar berlaku, dan setiap suara yang mendukungnya penting."

Waiver dari Mar-a-Lago, Tarif 100% dan 500% Ditangguhkan

Beberapa jam sebelum postingan Zelensky, Trump menandatangani perintah eksekutif dari Mar-a-Lago pada Jumat malam yang menangguhkan penerapan sanksi berdasarkan Lindsey O. Graham Sanctioning Russia and Iran Act of 2026 — UU yang dinamai mendiang Senator Lindsey Graham.

Ketentuan yang ditangguhkan seharusnya berlaku pada Minggu (18/10/2026): tarif hingga 100 persen bagi importir terbesar minyak dan gas Rusia serta tarif hingga 500 persen atas semua barang asal Rusia. Trump menyatakan penangguhan itu "demi kepentingan nasional" Amerika Serikat.

Keputusan ini memperdalam keretakan hubungan AS-Ukraina. Pekan sebelumnya Trump sudah mengumumkan rencana membeli 300.000 ton metrik diesel Rusia untuk menekan harga energi global — langkah yang dikecam Zelensky sebagai pendanaan langsung mesin perang Rusia.