Peringatan Keras dari Teheran
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat pada Senin (19/10/2026). Melalui media sosial X, ia meminta Washington agar tidak kembali melancarkan serangan militer terhadap Teheran. "Terakhir kali Anda ingin 'menyelesaikan tugas', Iran justru muncul dengan kekuatan yang lebih besar lagi. Ingin mencoba keberuntungan Anda sekali lagi? Silakan saja. Namun berhati-hatilah, kami pun memiliki urusan yang belum selesai," tulis Araghchi.
Peringatan itu disampaikan sebagai respons atas dukungan terbuka Presiden AS Donald Trump kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026. Trump memuji kemitraan AS-Israel dalam menghadapi Iran sekaligus memperingatkan bahwa jika Israel dipimpin pemimpin yang keliru, Amerika harus "melakukan pekerjaan ini sendiri".
Tudingan: Netanyahu Cari Perang demi Hindari Bui
Dalam unggahan yang sama, Araghchi menuduh Netanyahu sengaja mendorong Amerika Serikat ke dalam perang baru melawan Iran demi menyelamatkan diri dari jerat hukum. "Netanyahu mendorong Amerika ke dalam perang lainnya agar dia tidak masuk penjara," tulisnya. Menurut Araghchi, Netanyahu mengabaikan konsekuensi yang bisa ditanggung Israel maupun Trump sendiri.
Tudingan itu merujuk pada persoalan hukum yang membelit Netanyahu. Di dalam negeri, ia tengah menjalani persidangan atas dugaan korupsi, suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan. Di tingkat internasional, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan di Jalur Gaza sejak 2024.
Latar: Perang Februari dan Selat Hormuz
Ketegangan AS-Iran memuncak ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Operasi itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah pejabat tinggi pertahanan. Iran membalas dengan serangan balasan dan menutup Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia.
Meski sempat ada upaya gencatan senjata, pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan masih berlanjut hingga kini. Araghchi menegaskan Teheran siap menghadapi kemungkinan eskalasi berikutnya — sebuah sinyal bahwa konflik di kawasan belum akan mereda dalam waktu dekat. Pernyataan itu sekaligus menjadi pesan langsung kepada Trump, yang dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan retorika soal kemungkinan aksi militer baru terhadap Teheran.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!