Level 3 Diterbitkan di Tengah Serangan Houthi
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menerbitkan pembaruan travel advisory untuk Arab Saudi ke Level 3 — yang berarti warga AS diminta mempertimbangkan ulang perjalanan — pada Senin 12 Oktober 2026. Kawasan dalam radius 20 mil (sekitar 32 kilometer) dari perbatasan Yaman ditetapkan lebih berat: Level 4 atau 'Do Not Travel'.
Pembaruan ini keluar di tengah rentetan serangan misil dan drone milisi Houthi Yaman yang didukung Iran. Dalam sepekan terakhir, serangan menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan markas raksasa minyak Saudi Aramco. Serangan akhir pekan lalu menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang di terminal keberangkatan bandara Riyadh, menurut laporan Reuters. Hostilitas antara AS dan Iran sendiri telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Larangan Memotret Intersepsi Misil
Peringatan kali ini memuat aturan khusus yang jarang muncul dalam travel advisory: 'Do not photograph, film, or share information about missile or drone interceptions or impact sites.' Departemen Luar Negeri mencatat warga AS telah ditahan karena memotret kejadian-kejadian belakangan ini.
Pemerintah menegaskan semua pengunjung tunduk penuh pada hukum setempat selama berada di Arab Saudi, dan pemerintah AS tidak dapat menjamin pembebasan bila warganya ditahan. 'If you break laws in Saudi Arabia – even by mistake – you could be deported, fined, imprisoned, or subject to an exit ban,' tulis peringatan tersebut.
Bandara dan Penerbangan Diperketat
Pegawai pemerintah AS yang bertugas di Arab Saudi kini wajib mengantongi izin khusus dari Kepala Misi untuk menggunakan bandara mana pun di negara itu. Warga sipil diimbau sangat berhati-hati bila terbang dari atau ke Arab Saudi karena potensi serangan lanjutan, pembatalan mendadak, dan penutupan wilayah udara.
Badan Penerbangan Federal AS (FAA) mengeluarkan pemberitahuan NOTAM agar maskapai AS berhati-hati di wilayah udara Arab Saudi hingga 10 Desember, sementara badan keselamatan penerbangan Uni Eropa (EASA) memperluas peringatan zona konflik. Penerbangan komersial masih beroperasi, meski kerap terganggu.
Media Sosial Juga Diawasi Ketat
Travel advisory juga mengingatkan soal aktivitas daring. Sejumlah warga AS ditahan karena aktivitas media sosial di masa lalu, termasuk unggahan saat berada di luar Arab Saudi — mulai dari posting, repost, hingga like yang dianggap mengkritik pemerintah atau para pemimpinnya. Hukum siber dan terorisme setempat dapat dipakai untuk menjerat, dengan hukuman mencapai 45 tahun penjara.
Selain itu, pemerintah Arab Saudi memberlakukan exit ban terhadap sejumlah warga AS sehingga mereka tidak bisa meninggalkan negara itu — dalam beberapa kasus bahkan setelah hukuman selesai dijalani.







Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!