Nasdaq Tumbang, Dow Justru Menguat

Aksi jual melanda saham-saham teknologi Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Indeks Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi anjlok 1,3 persen, sementara S&P 500 melemah 0,5 persen. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average naik 273 poin atau 0,5 persen.

Pemicu utama gejolak adalah rilis data inflasi AS bulan September yang lebih panas dari perkiraan. Inflasi utama tercatat 3,7 persen dengan inflasi inti 2,6 persen. Angka tersebut memunculkan kembali spekulasi bahwa bank sentral AS (The Fed) bisa menaikkan suku bunga pada Oktober, yang akan menaikkan biaya utang perusahaan.

Saham AI Rontok di Asia hingga Eropa

Saham-saham yang terpapar demam kecerdasan artifisial (AI) menjadi korban terbesar. Di Asia, saham memori Korea Selatan SK Hynix ditutup anjlok 11 persen, sementara Samsung Electronics merosot 9,5 persen.

Di Amerika Serikat, saham Nvidia turun 1,7 persen pada perdagangan pra-pembukaan, Micron Technology ambles 4,4 persen, dan CoreWeave anjlok 5,6 persen. Kontrak berjangka Nasdaq 100 turun 1,2 persen, memberi sinyal pembukaan yang lemah. Di Eropa, saham pembuat peralatan semikonduktor Belanda ASML Holding turun 5,6 persen dan produsen chip Jerman Infineon kehilangan 7,9 persen.

Investor semakin cemas terhadap besarnya utang yang digelontorkan perusahaan untuk membiayai belanja infrastruktur AI. Kekhawatiran soal pertumbuhan dan pembiayaan utang membuat saham-saham chip AS anjlok delapan hari perdagangan beruntun.

Obligasi Menguat, Netflix PHK Massal

Di tengah kepanikan, investor berburu aset aman. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang sempat melonjak hampir 10 basis poin ke 5,33 persen usai rilis data inflasi, kemudian turun 13 basis poin ke 5,077 persen, level terendah dalam tiga pekan.

Sentimen negatif di sektor teknologi makin menjadi setelah Netflix memangkas sekitar 6 persen karyawannya, pemutusan hubungan kerja terbesar perusahaan streaming itu sejak 2022. Para analis menilai pasar kini mempertanyakan kembali valuasi fantastis saham-saham AI di tengah biaya pendanaan yang kian mahal.