Rp31,8 triliun untuk empat program hingga akhir 2026

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp31,8 triliun untuk paket bansos dan stimulus ekonomi hingga penghujung 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan rencana tersebut seusai Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Empat program itu meliputi pembukaan rekening bagi warga berusia 17 tahun, bantuan pangan berupa beras 10 kilogram selama tiga bulan, Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja, serta diskon transportasi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemerintah menargetkan seluruh program berjalan hingga akhir tahun ini.

Rincian bantuan pangan dan BSU

Bantuan pangan berbentuk beras 10 kg per penerima untuk periode tiga bulan; pemerintah memperpanjang masa penyaluran program ini hingga akhir tahun. Penyaluran dilakukan melalui jaringan Bulog dan mitra distribusi di daerah.

Selain itu, pemerintah akan meneruskan penyaluran BSU kepada kelompok pekerja yang memenuhi kriteria. Airlangga menjelaskan rangkaian program itu sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.

"Program-program yang akan dilaksanakan, satu yang terkait dengan pembukaan rekening koran, yang kedua terkait dengan bantuan pangan yang 10 kilo untuk 3 bulan, yang ketiga bantuan subsidi upah," ujar Airlangga.

Diskon Nataru untuk gerakkan ekonomi

Pemerintah juga menyiapkan beragam program diskon untuk periode Natal dan Tahun Baru. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi sekaligus meringankan pengeluaran warga selama musim liburan.

Pemerintah juga menyiapkan beragam program diskon untuk periode Natal dan Tahun Baru. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi sekaligus meringankan pengeluaran warga selama musim liburan. Airlangga menyebut total dana paket program tersebut sekitar Rp31,8 triliun:

Jaga daya beli di tengah ketidakpastian global

Pada forum yang sama, Airlangga melaporkan kondisi ekonomi nasional kepada Presiden Prabowo. Menurut dia, kondisi makroekonomi Indonesia masih relatif kuat dan sejumlah indikator cukup menopang pelaksanaan program-program pemerintah.

Lewat bantuan pangan, subsidi upah, dan diskon akhir tahun, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global yang diperkirakan berlanjut hingga tahun depan. Pemerintah belum mengumumkan jadwal pencairan rinci tiap program; masyarakat diminta memantau pengumuman resmi kementerian dan lembaga terkait.

Detail teknis penyaluran, termasuk kriteria penerima dan mekanisme pencairan, akan diumumkan kemudian oleh kementerian dan lembaga pelaksana masing-masing program.