Comeback Tiga Gol di Babak Kedua

Paris Saint-Germain menang 3-1 atas tuan rumah RC Strasbourg pada matchday ketujuh Ligue 1 di Stade de la Meinau, Sabtu (17/10/2026). Tertinggal satu gol di babak pertama, Les Parisiens bangkit dan mencetak tiga gol di babak kedua untuk membawa pulang tiga poin penuh.

Gol pembuka Strasbourg dicetak Giovanni Reyna pada menit ke-17 lewat assist Gessime Yassine, dan skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Namun PSG bangkit di paruh kedua: Illia Zabarnyi menyamakan kedudukan pada menit ke-78, Ousmane Dembele membalikkan keadaan pada menit ke-84, dan Desire Doue menyegel kemenangan di pengujung babak kedua.

Dembele Tebus Kegagalan Penalti

Ousmane Dembele menjadi salah satu tokoh kunci kemenangan ini. Sang penyerang sebelumnya sempat gagal mengeksekusi penalti, tetapi ia menebus kegagalannya dengan mencetak gol pembalik pada menit ke-84 yang mengubah arah pertandingan. Gol itu menjadi momen penentu sebelum Doué mengunci hasil di menit-menit akhir.

Sementara itu Zabarnyi tak hanya membuka keran gol PSG, ia juga terpilih sebagai man of the match dengan rating 8,4/10 menurut SportsDunia — sebuah penampilan komplet di kedua sisi lapangan.

Rotasi Enrique Berbuah Manis

Manajer PSG Luis Enrique melakukan rotasi skuad pada laga ini setelah kemenangan 4-2 atas Manchester City di Liga Champions tengah pekan. Keputusan untuk menyimpan tenaga sejumlah pemain inti tidak mengganggu target kemenangan, meski Les Parisiens harus bekerja keras di babak pertama.

Ketajaman di babak kedua menunjukkan kedalaman skuad juara bertahan ini. PSG tetap dominan dalam penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Strasbourg hingga jebol tiga kali dalam rentang waktu singkat.

PSG Naik ke Puncak Klasemen

Tiga poin dari Stade de la Meinau membawa PSG naik ke puncak klasemen Ligue 1, sejajar dengan Monaco yang baru bertanding melawan Lorient keesokan harinya. Kemenangan comeback ini menjadi sinyal kuat dari sang juara bertahan bahwa mereka tak akan menyerahkan gelar dengan mudah.

Bagi Strasbourg, kekalahan ini terasa pahit setelah unggul lebih dulu dan bertahan hampir 80 menit. Namun performa 45 menit pertama menunjukkan tuan rumah bisa menyulitkan siapa pun — pelajaran berharga jelang laga-laga berikutnya.