Rubio: AS Sangat Terganggu Melihat Rekaman Itu
Amerika Serikat ingin Israel berbuat lebih banyak untuk mencegah serangan yang dilakukan para pemukim di Tepi Barat. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada wartawan pada Sabtu (17/10/2026), sebelum ia bertolak ke Uzbekistan.
"Kami sangat terganggu dengan gambar-gambar itu dan apa yang kami lihat," ujar Rubio. "Kami telah meminta Israel, dan terus meminta, untuk menindak hal seperti itu."
Rubio menyebut Departemen Luar Negeri AS telah menanyakan insiden tersebut secara resmi, dan ia berharap mendapat jawaban dari Kedutaan Besar AS di Yerusalem pada Minggu.
Dua Serangan Picu Kecaman Internasional
Komentar Rubio muncul setelah video penyerangan terhadap Heidi Levine, fotojurnalis Washington Post asal AS, tersebar luas. Levine yang mengenakan rompi bertuliskan "PRESS" dijatuhkan ke tanah, ditendang berulang kali, dan ponsel serta kameranya dirampas. Ia menjadi salah satu dari sedikitnya dua korban luka dalam insiden Jumat itu, ketika pemukim menyerang warga sipil Palestina di dekat Abu Falah.
Sehari kemudian, pemukim menyerang rombongan di desa Kristen Taybeh: konsul jenderal Belgia, diplomat Prancis dan Polandia, serta perwakilan Katolik menjadi sasaran. "Seorang wali kota Prancis diserang dan kendaraan Belgia dirusak. Tim kami aman," kata Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot.
170 Serangan Sejak Panen Zaitun, 4 Tewas
Menurut kelompok pemantau permukiman Israel, Yesh Din, pemukim Israel terlibat dalam sedikitnya 170 serangan terhadap warga Palestina sejak 27 September 2026, sekitar awal musim panen zaitun tahunan. Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sedikitnya 4 orang tewas dan lebih dari 100 orang luka-luka sejak panen dimulai.
Para aktivis menilai otoritas Israel tidak berbuat cukup untuk menghentikan serangan-serangan itu, yang melibatkan senjata mulai dari katapel hingga senjata api.









Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!