Rekor Serangan, Termasuk RPG

Serangan terhadap kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz mencapai rekor tertinggi bulan ini, melampaui jumlah serangan selama Maret 2026 — periode puncak perang Iran — menurut data maritim.

United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mencatat setidaknya lima serangan kapal tanker tambahan dalam 24 jam terakhir. Salah satu tanker diserang dengan roket RPG yang ditembakkan dari kapal kecil — jenis serangan yang belum pernah dilaporkan sebelumnya dalam gelombang insiden kali ini.

Sepanjang pekan yang berakhir Jumat (16/10/2026), 12 kapal diserang — jumlah mingguan terbesar sejak perang Iran dimulai 28 Februari. Sejak awal Oktober tercatat 22 serangan kapal, hampir dua kali lipat rata-rata bulanan sebelumnya, dengan enam serangan terjadi dalam satu hari pada 11 Oktober.

Kapal Tenggelam, Minyak Terhambat

Sebuah kapal berbendera Singapura tenggelam di lepas pantai Oman, sembilan kapal rusak, tiga awak terluka, dan dua orang dilaporkan hilang setelah serangan drone menghantam kapal berbendera Nikaragua pada Kamis lalu.

Dampaknya terasa pada pasokan energi dunia: rata-rata di bawah 12 juta barel minyak per hari mengalir melalui selat pada pekan yang berakhir 13 Oktober — di bawah 15 juta barel akhir September dan 17 juta barel level sebelum perang.

Perang Klaim Iran vs AS

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa Selat Hormuz 'tertutup' dan mengklaim kendali penuh atas kawasan timur selat, Laut Arab, dan Teluk Oman. Angkatan laut IRGC mengumumkan 'formasi penempatan baru' dan menegaskan serangan tak akan terbatas di selat.

Washington membantah keras. Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper menegaskan Selat Hormuz dikendalikan Amerika Serikat dan mitra regionalnya, bukan Iran. Ia mengklaim 400 kapal melintasi selat dan 100 juta barel minyak bergerak pekan lalu, serta menyatakan selat telah dibersihkan dari ranjau.