Tiket Ludes, 500 Warga Padati Hari Perdana
Antusiasme warga terlihat sejak peluncuran resmi Namu Balai Kota pada Sabtu (17/10/2026). Sekitar 500 warga tercatat hadir mengikuti berbagai kegiatan yang disediakan Pemprov DKI Jakarta di kompleks Balai Kota. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi JAKI dan situs resmi, dan tiket dilaporkan habis tak lama setelah pendaftaran dibuka.
Salah satu pengunjung, Misi Utami (57), warga Cilincing, Jakarta Utara, datang bersama sekitar 30 anak Abang None Cilik 2026 dari Lembaga Kebudayaan Betawi. Anak-anak berusia 5 hingga 16 tahun itu tampak antusias melihat ruang rapat, bangunan bersejarah, dan koleksi lukisan di dalam Balai Kota.
“Pertama saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur yang sudah membuka Balai Kota untuk umum. Ini sangat-sangat menyenangkan dan berarti, terutama anak-anak dan warga masyarakat pada umumnya,” ujar Utami saat ditemui di Balai Kota, Sabtu (17/10).

Keliling Pendopo hingga Coba Jadi Reporter Cilik
Dalam tur ini pengunjung diajak berkeliling kompleks Balai Kota, mulai dari pendopo, ruang rapat, hingga area Blok G, sekaligus mengenal sejarah bangunan yang kini bernama Grha Ali Sadikin itu. Program ini sebelumnya telah menjalani uji coba pada 3 Oktober 2026 dengan sekitar 300 pendaftar.
Tak hanya wisata sejarah, Namu Balai Kota juga menghadirkan kegiatan edukasi khusus anak melalui program Kids on Air. Anak-anak bisa mencoba pengalaman menjadi reporter di Studio Berita Jakarta milik Pemprov DKI, serta mengikuti pemutaran film komunitas di Ruang Pola lantai dua.
Berbagai layanan publik turut disediakan di lokasi yang sama, mulai dari pengurusan paspor, SIM keliling, Samsat keliling, pemeriksaan kesehatan gratis, pembukaan rekening Bank Jakarta, hingga layanan perizinan berusaha.
Apresiasi Mengalir, Fasilitas Disabilitas Disorot
Di balik apresiasi tersebut, Utami memberi catatan penting soal aksesibilitas bagi penyandang disabilitas yang dinilainya masih perlu ditingkatkan agar kunjungan semakin nyaman. Ia berharap fasilitas bagi pengunjung difabel segera diperbaiki sehingga semakin banyak warga bisa menikmati program ini.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta, Marulina Dewi, menjelaskan program ini digagas Gubernur Pramono Anung untuk mendekatkan masyarakat dengan pusat pemerintahan melalui keterbukaan dan interaksi langsung. Menurutnya, Balai Kota harus bermanfaat bagi warga secara terus-menerus, termasuk pada akhir pekan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan program ini digelar agar masyarakat melihat langsung kerja pemerintah. Ke depan, Namu Balai Kota direncanakan digelar setiap dua pekan sekali sepanjang 2026.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!