Dibuka Langsung Terjun Bebas

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok 223,23 poin atau 4,31 persen ke level 4.961,87 pada perdagangan Senin (19/10/2026). Indeks langsung jebol di bawah level psikologis 5.000 — untuk pertama kali sepanjang 2026 — melanjutkan tekanan jual hebat pekan lalu.

Pada pukul 09.08 WIB, pelemahan bahkan melebar: IHSG turun 243,02 poin atau 4,69 persen ke level 4.942,09. Data perdagangan menunjukkan tekanan menyebar ke hampir seluruh saham yang diperdagangkan.

Semua Sektor Merah, Bank Jumbo Rontok

Seluruh indeks sektoral melemah pada awal perdagangan. Sektor dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Barang Baku yang anjlok 6,09 persen, disusul sektor infrastruktur, energi, perindustrian, serta barang konsumsi non-primer.

Saham-saham berkapitalisasi jumbo ikut rontok. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok 6,86 persen ke Rp4.820, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 6,06 persen ke Rp2.480, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 3,83 persen ke Rp3.260.

Di indeks LQ45, penurunan terdalam dicetak PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang turun 7 persen, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 6,98 persen, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 6,96 persen.

Berdasarkan data awal perdagangan, tercatat 602 saham melemah, hanya 64 saham menguat, dan 88 saham stagnan. Nilai transaksi awal tercatat Rp1,04 triliun dengan volume 1,17 miliar saham.

MSCI Masih Jadi Pemicu Utama

Tekanan jual berlanjut akibat kekhawatiran investor atas konsultasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka kemungkinan menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Sentimen global ikut membebani, mulai dari kekhawatiran inflasi AS dan arah suku bunga The Fed, kenaikan harga minyak mentah dunia, hingga tensi geopolitik Timur Tengah.

Pada Jumat (16/10/2026), IHSG ditutup anjlok 678,77 poin atau 11,57 persen ke level 5.185,10 — setelah sempat memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) usai merosot 8 persen di awal sesi. Dalam sepekan, IHSG terkoreksi 14,91 persen dengan kapitalisasi pasar BEI menyusut sekitar Rp1.544 triliun.

Sementara itu, nilai tukar rupiah di pasar spot pagi ini dibuka menguat tipis 0,006 persen ke level Rp18.026 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan Jumat di Rp18.027.

Kesimpulan

Jebolnya level 5.000 di awal pekan menandai tekanan jual yang belum reda pasca-ancaman downgrade MSCI. Investor akan mencermati perkembangan klasifikasi pasar modal Indonesia dan langkah regulator meredam gejolak di sesi-sesi berikutnya.