Prabowo Setujui Bantuan Negara Tetangga
Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui tawaran bantuan dari negara-negara tetangga untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Kepastian itu disampaikan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir seusai rapat tertutup dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
“Bapak Presiden juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya, dan juga ini sudah dalam proses pembahasan di level teknis. Jadi level teknisnya adalah BNPB,” kata Arrmanatha yang akrab disapa Tata. Ia menegaskan pembahasan mengenai bentuk dan mekanisme bantuan tersebut masih berlangsung dan belum diumumkan ke publik.
Menurut Tata, penanganan karhutla menjadi perhatian serius Presiden karena dampak kabut asapnya meluas, bahkan ke wilayah di luar Indonesia. “Tantangannya tetap sangat besar, terutama dari aspek cuaca,” ujarnya.

Bermula dari Telepon Anwar Ibrahim
Kesediaan Indonesia menerima bantuan asing bermula dari komunikasi tingkat tinggi Indonesia-Malaysia. Pada Kamis (8/10), Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan telah menelepon Presiden Prabowo untuk membahas kabut asap dari Kalimantan dan Sumatera yang berdampak hingga Malaysia dan Singapura.
Menindaklanjuti percakapan itu, Menlu Tata menghubungi Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan pada Sabtu (10/10). Kepada Mohamad Hasan, Tata menjelaskan langkah Indonesia, termasuk pengerahan lebih dari 60.000 personel serta 48 helikopter dan pesawat untuk pengeboman air dan rekayasa cuaca. Anwar menyatakan kesediaan Malaysia memberikan kerja sama apa pun dan meminta Menlu Malaysia menghubungi Sekretariat ASEAN untuk pertemuan menteri lingkungan hidup se-ASEAN.
60 Ribu Personel dan 48 Helikopter Dikerahkan
Hingga 13 Oktober 2026, sebanyak 60.177 personel gabungan telah dikerahkan untuk menangani kebakaran. Personel tersebut berasal dari pemadam kebakaran, TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, dinas kehutanan daerah, serta unsur relawan. Operasi didukung helikopter dan pesawat untuk water bombing serta operasi modifikasi cuaca di enam provinsi.
Di tingkat kawasan, Indonesia juga terlibat dalam mekanisme ASEAN Coordinating Center for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THP). Menurut Menlu Tata, Indonesia telah memenuhi kewajiban pelaporan secara reguler serta berbagi data, langkah penanganan, dan perkembangan situasi karhutla. Sejak Agustus, Sekretariat ASEAN menetapkan status siaga 3 terkait kabut lintas batas di Asia Tenggara.
Asap Pekat Selimuti Palangkaraya, ISPU 950
Di lapangan, kondisi masih memprihatinkan. Pantauan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menunjukkan kabut asap pekat kembali menjadi ancaman serius bagi warga. Meski sempat diguyur hujan ringan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayah tersebut melonjak hingga menyentuh angka 950 mikrogram per meter kubik.
Ribuan hektare lahan tercatat hangus terbakar dalam empat bulan terakhir. Kabut asap dilaporkan turut menyelimuti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand, membuat kedatangan bantuan internasional kian mendesak.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!