Empat Drone Dicegat di Riyadh, Provinsi Timur, dan Selatan
Arab Saudi mengumumkan sistem pertahanan udara koalisi militer pimpinannya mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman pada Sabtu (17/10/2026) malam waktu setempat.
Juru bicara koalisi, Turki al-Malki, menyatakan pencegatan berlangsung dalam beberapa jam terakhir di tiga wilayah: ibu kota Riyadh, Provinsi Timur, dan wilayah Selatan. "Kami telah mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak dalam beberapa jam terakhir di wilayah Riyadh, Provinsi Timur, dan wilayah Selatan," ujar al-Malki melalui platform X.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan akibat pencegatan tersebut. Kabar ini dilaporkan media Indonesia pada Minggu (18/10/2026) dini hari waktu Indonesia Barat.
Ketegangan Saudi-Houthi Meningkat Sejak Juli
Pencegatan ini terjadi di tengah ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang kembali meningkat sejak Juli 2026, setelah mereda selama bertahun-tahun. Sejak itu, Houthi berulang kali menyerang sasaran di Arab Saudi, termasuk instalasi minyak, kapal tanker, dan bandara internasional.
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam konflik melawan kelompok Houthi yang menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah Yaman lainnya.
Riyadh Tuduh Iran, Teheran Bantah dan Tawarkan Mediasi
Eskalasi serangan memicu saling tuduh antara Riyadh dan Teheran. Arab Saudi menuding Iran mendorong peningkatan serangan kelompok Houthi terhadap kerajaan tersebut.
Iran membantah tuduhan itu. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan penyelesaian konflik membutuhkan proses politik yang melibatkan pihak-pihak terkait, dan kembali menawarkan Teheran sebagai penengah antara kedua belah pihak.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!