Erupsi Sabtu dan Minggu Pagi
Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Minggu (18/10/2026) pukul 00.39 WIB. Saat laporan aktivitas diterbitkan, erupsi masih berlangsung, sedangkan tinggi kolom letusan secara visual tidak teramati. Pengamatan instrumental tetap merekam kejadian kegempaan yang menjadi bagian dari pemantauan aktivitas gunung api.
Pengamatan seismograf dalam satu periode enam jam mencatat 29 kali gempa letusan, tiga gempa guguran, dan tiga gempa hembusan, dengan amplitudo 12–25 milimeter dan durasi 0,6–160 detik. Data tersebut menunjukkan aktivitas letusan masih berlangsung selama periode pemantauan.
Pada Sabtu (17/10/2026), Semeru sudah mengalami tiga kali erupsi beruntun. Letusan pertama terjadi pukul 04.52 WIB dengan kolom abu sekitar 700 meter di atas puncak, disusul letusan kedua pukul 06.35 WIB setinggi sekitar 800 meter, dan letusan ketiga pukul 10.42 WIB yang melontarkan abu hingga 1.000 meter di atas puncak, menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Agastya Rajendra.
Status Siaga, Zona Bahaya Dipertegas
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak karena bahaya lontaran batu pijar.
Di sektor tenggara, warga dilarang beraktivitas di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak. Di sepanjang sempadan sungai di luar jarak tersebut, aktivitas dilarang dalam radius 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
PVMBG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.










Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!