Ditangkap di Kawasan Mewah Saphan Sung

Polisi imigrasi Thailand menangkap seorang pria asal China berusia 37 tahun bernama Wu (disebut Wu Chaoshuai) di sebuah kawasan perumahan mewah di distrik Saphan Sung, Bangkok, pada Jumat (16/10/2026). Kabar penangkapan itu diumumkan Sabtu (17/10/2026) melalui media Thailand Khaosod English.

Wu diburu otoritas China atas dugaan keterlibatan dalam jaringan kejahatan lintas negara, termasuk pencucian uang dan sindikat rentenir. Penyidik menyebut jaringan itu memproses lebih dari 500 juta yuan — sekitar 75 juta dolar AS — melalui lebih dari 133 rekening bank.

Menurut polisi, Wu merekrut orang untuk membuka rekening bank, mengambil kartu ATM dan kredensial login mereka, lalu menyerahkannya ke kelompok pencucian uang. Ia juga diduga menjalankan layanan penukaran mata uang kripto dan valuta asing untuk kelompok kriminal, serta mengurus visa bagi anggota jaringan kejahatan internasional.

Buronan Tiga Tahun dengan Dokumen Palsu

Untuk menghindari penangkapan selama lebih dari tiga tahun, Wu diduga memakai dokumen tempat tinggal palsu, mengganti pelat nomor kendaraan, dan kerap berpindah-pindah tempat tinggal. Visa Thailand-nya telah kedaluwarsa lebih dari tiga tahun — diperkirakan sejak akhir 2022 atau awal 2023.

Di Thailand, Wu dijerat pasal overstay sesuai Pasal 81 Undang-Undang Imigrasi Thailand, dengan masa tinggal ilegal yang disebut media mencapai hampir empat tahun.

Terancam Dideportasi ke China

Otoritas Thailand menyatakan Wu akan menjalani proses hukum imigrasi terlebih dahulu sebelum dipulangkan ke China. Di negara asalnya, ia menghadapi surat perintah penangkapan yang sudah diterbitkan otoritas China atas dugaan perannya dalam jaringan rentenir dan pencucian uang lintas negara.

Penangkapan ini terjadi di tengah meningkatnya operasi gabungan AS dan Asia Tenggara melawan jaringan kejahatan berbasis kripto di kawasan tersebut.